Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 20 Mei 2026 05:10 WITA ·

Krisis Listrik Konawe Utara: PLN UP3 Kendari Akui Keterbatasan Infrastruktur


 Masyarakat Konawe Utara bersama Anggota DPRD Sultra dan Manajemen PLN UP3 Kendari berpose usai RDP. Foto: Istimewa Perbesar

Masyarakat Konawe Utara bersama Anggota DPRD Sultra dan Manajemen PLN UP3 Kendari berpose usai RDP. Foto: Istimewa

KENDARI – DPRD Sulawesi Tenggara membuka ruang dialog bagi “jeritan” masyarakat Konawe Utara yang selama ini bergulat dengan listrik yang tak kunjung bersahabat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Selasa, 19 Mei 2026, wakil rakyat bersama PLN UP3 Kendari mendengarkan keluh kesah warga yang gelapnya harapan nyaris memadamkan geliat ekonomi.

RDP dipimpin Wakil Ketua DPRD Sultra, Heri Asiku, bersama lintas sektor dan jajaran PLN UP3 Kendari. Pertemuan ini digelar untuk menindaklanjuti aspirasi Koalisi Rakyat Konawe Utara Menggugat terkait tegangan listrik yang kerap anjlok dan mempermainkan kesabaran warga.

Masyarakat menuturkan, listrik di Konawe Utara acap datang dan pergi seperti tamu yang tak diundang. Tegangan yang tidak stabil telah merusak alat elektronik, memutus denyut aktivitas ekonomi, dan membuat malam-malam warga terasa lebih panjang dari biasanya.

“Konut adalah tanah nikel yang menyumbang kekayaan bagi negeri ini. Tak pantas jika daerah ini terus dibiarkan bergelut dengan krisis listrik yang tak berkesudahan,” ujar Ketua Koalisi Rakyat Konut Menggugat, Hendrik, yang meminta PLN segera menghadirkan solusi yang nyata, bukan sekadar janji yang tertiup angin.

Mendengar keluhan itu, PLN UP3 Kendari mengakui masih ada keterbatasan infrastruktur yang membuat listrik di Konawe Utara sulit bernapas lega. Namun, mereka berjanji akan mendatangkan “penolong” baru berupa genset berkapasitas 8 megawatt yang proses pengadaannya mulai berjalan pada pekan ketiga Juni 2026.

Manajemen PLN menargetkan, paling lambat September 2026, masyarakat Konawe Utara mulai merasakan sentuhan layanan listrik yang lebih stabil dan manusiawi.

Dalam berita acara RDP, PLN juga membuka pintu dispensasi dan kompensasi bagi pelanggan yang selama ini dirugikan oleh ketidakstabilan arus listrik.

DPRD Sultra menegaskan tidak akan membiarkan janji itu padam di tengah jalan. Lembaga legislatif menyatakan akan mengawal percepatan pembangunan pembangkit listrik di Konawe Utara secara berkala.

Tak hanya itu, DPRD Sultra juga segera mengeluarkan rekomendasi kepada PLN UID Sulselrabar agar percepatan pembangunan kelistrikan di wilayah itu mendapat prioritas.

“Listrik stabil adalah hak masyarakat Konawe Utara,” tegas Heri Asiku usai rapat, menutup pertemuan dengan harapan agar cahaya yang dijanjikan benar-benar datang dan tak lagi padam di tengah jalan.(red)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Langgar Kepmen ESDM 365/2023, PT Cinta Jaya Diprotes Putra Daerah Mandiodo

12 Oktober 2026 - 12:53 WITA

Kades Watumbohoti Jelaskan Kondisi Bendungan dan Pipa Air Bersih di Wilayah IUP PT GAP

11 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Truk dan Avanza Tabrakan di Lapuko Konsel, Tiga Penumpang Luka-luka

10 Oktober 2026 - 21:23 WITA

KSOP Kendari Desak Pelindo Segera Bersihkan Debu di Pelabuhan Nusantara

7 Oktober 2026 - 20:43 WITA

Kadin Kendari Tegaskan Kasus Dugaan Penipuan Ketua Bukan Urusan Lembaga, Melainkan Personal

7 Oktober 2026 - 19:52 WITA

Kebakaran Rumah dan Kios di Muna, Kerugian Ditaksir Capai Rp400 Juta

7 Oktober 2026 - 15:34 WITA

Trending di Daerah