Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 7 Jul 2026 06:45 WITA ·

Pemuda Munaken: KKMM Mati Suri, Perlu Dihidupkan dengan Program Nyata Bukan Euforia Politik


 Sejumlah Pemuda Muna Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Sejumlah Pemuda Muna Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) selama ini dinilai mengalami mati suri. Untuk menghidupkannya kembali, dibutuhkan kesadaran kolektif dan kepemimpinan yang merangkul semua pihak, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Hal itu disampaikan Pemuda Munaken, Bahar Rustajab, saat menyoroti kondisi KKMM saat ini, Senin, 6 Juli 2026.

Kritik Terhadap Euforia Sesaaat
Menurut Bahar, selama ini KKMM cenderung hanya aktif saat ada momentum tertentu. Aktivitasnya berhenti pada euforia berkumpul sesaat tanpa program berkelanjutan.

“Menghidupkan kembali KKMM memerlukan kesadaran kolektif. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul semua pihak, komunikasi terbuka, kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh generasi, serta komitmen menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” ujar Bahar.

Ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini belum terlihat kontribusi nyata organisasi terhadap generasi muda Muna di Kendari.

Risiko Politisasi Kerukunan
Bahar mengingatkan, jika kerukunan dijadikan alat politik praktis, maka nilai persaudaraan akan bergeser. Anggota tidak lagi dipandang sebagai keluarga besar yang setara, melainkan sebagai komoditas suara.

“Apabila kerukunan dijadikan alat politik praktis, maka nilai-nilai persaudaraan berisiko bergeser menjadi instrumen mobilisasi massa. Identitas suku dapat dimanfaatkan untuk kepentingan jangka pendek, sementara tujuan utama organisasi terabaikan,” tegasnya.

Dorongan Kerukunan Inklusif dan Produktif
Bahar menekankan, kerukunan keluarga bukan hanya soal berkumpul atas dasar ikatan darah, suku, atau daerah asal. Kerukunan sejati adalah kekuatan sosial untuk membangun kesejahteraan bersama.

Ia merinci, kerukunan yang berorientasi kesejahteraan harus berjalan berkelanjutan melalui program nyata. Contohnya pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, beasiswa pendidikan, kegiatan sosial, pelestarian budaya, dan penguatan solidaritas antarkeluarga.

“Kerukunan yang kokoh adalah yang mampu mengubah persaudaraan menjadi kekuatan, kekuatan menjadi kerja sama, kerja sama menjadi produktivitas, dan produktivitas menjadi kesejahteraan bersama,” katanya.

Bahar juga mendorong terwujudnya kerukunan yang inklusif. Artinya, seluruh anggota diberi ruang untuk berpartisipasi tanpa membedakan status sosial, profesi, usia, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, maupun pilihan politik.

“Kerukunan inklusif tidak bertanya, ‘Siapa yang paling berpengaruh?’ Melainkan bertanya, ‘Apa yang dapat kita lakukan bersama agar seluruh keluarga tumbuh, maju, dan sejahtera?'” ujarnya.

Visi ke Depan
Di akhir pernyataannya, Bahar menyampaikan visi yang ingin diwujudkan:
“Mewujudkan kerukunan keluarga yang inklusif, berlandaskan persaudaraan, menjunjung musyawarah, menghargai keberagaman, serta berorientasi pada kesejahteraan dan kemajuan bersama.”

Tujuan akhirnya, kata dia, adalah menciptakan manfaat nyata melalui penguatan silaturahmi, pelestarian budaya, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, dan pembangunan generasi penerus yang berkarakter.(red)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

KORAN Sultra Tolak Perpanjangan RKAB PT Tiran, Soroti Dugaan Kecelakaan Kerja

6 Juli 2026 - 14:22 WITA

HIPPMAKOT Kendari Resmi Terbentuk, Fokus Kawal Pendidikan dan Kesehatan

5 Juli 2026 - 22:26 WITA

Sempat Menangis di Rumah Tantenya, Petani di Kolaka Ditemukan Tewas Terapung

5 Juli 2026 - 21:23 WITA

Balapan Muna Cup Race 1 2026 Diwarnai Kecelakaan, Pembalap Diduga Tabrak Penonton

5 Juli 2026 - 20:50 WITA

Warga Kembali Segel Kantor Desa Moasi Muna, Tuntut Transparansi Dana Desa dan Pengadaan Ayam Petelur

5 Juli 2026 - 18:00 WITA

HMI Kendari Gelar Diskusi Publik, Soroti Tantangan Program Makan Bergizi Gratis

5 Juli 2026 - 12:11 WITA

Trending di Daerah