Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 5 Jul 2026 21:23 WITA ·

Sempat Menangis di Rumah Tantenya, Petani di Kolaka Ditemukan Tewas Terapung


 Petani di Kolaka ditemukan meninggal dunia dalam posisi terapung di perairan Pantai Indah Kapu. Foto: Istimewa Perbesar

Petani di Kolaka ditemukan meninggal dunia dalam posisi terapung di perairan Pantai Indah Kapu. Foto: Istimewa

KOLAKA – Warga dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang terapung di kawasan Wisata Pantai Indah Kapu, Dusun III, Desa Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Minggu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 12.25 Wita.

Korban diketahui bernama Tahang (44), seorang petani yang merupakan warga Lingkungan V Watutebongga, Kelurahan Induha, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka.

Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka, Aiptu Ridwandi, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengunjung pantai bernama Wanes (55) saat sedang berenang di sekitar lokasi.

“Saksi melihat korban dalam kondisi terapung di laut sekitar 30 meter dari bibir pantai. Saksi kemudian meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban ke tepi pantai sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Personel Polsek Samaturu bersama Satreskrim Polres Kolaka yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya luka terbuka maupun tanda kekerasan akibat benda tumpul atau benda tajam pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum et repertum yang dilakukan di RS SMS Berjaya Kolaka.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa. Berdasarkan keterangan keluarga, sekitar pukul 08.00 Wita korban memetik cengkih bersama kakaknya, Samsuddin, di kebun miliknya di Desa Sani-Sani.

Selain itu, korban diketahui sempat menemui tantenya bernama Hj. Indo Sakka di Dusun V Desa Malaha sekitar pukul 11.30 Wita.

“Korban dilaporkan masuk ke dalam rumah menemui tantenya tersebut sambil menangis,” kata Riswandi.

Kurang dari satu jam kemudian, sekitar pukul 12.25 Wita, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di perairan Pantai Indah Kapu.

Hingga kini, Satreskrim Polres Kolaka masih menyelidiki penyebab kematian korban. Tim Inafis telah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Selain itu, Sat Reskrim Polres Kolaka saat ini juga tengah fokus melakukan pencarian terhadap kendaraan roda dua milik korban yang hingga kini belum ditemukan di sekitar lokasi,” pungkas Riswandi. (lin)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

HIPPMAKOT Kendari Resmi Terbentuk, Fokus Kawal Pendidikan dan Kesehatan

5 Juli 2026 - 22:26 WITA

Balapan Muna Cup Race 1 2026 Diwarnai Kecelakaan, Pembalap Diduga Tabrak Penonton

5 Juli 2026 - 20:50 WITA

Warga Kembali Segel Kantor Desa Moasi Muna, Tuntut Transparansi Dana Desa dan Pengadaan Ayam Petelur

5 Juli 2026 - 18:00 WITA

HMI Kendari Gelar Diskusi Publik, Soroti Tantangan Program Makan Bergizi Gratis

5 Juli 2026 - 12:11 WITA

IRT Muda di Kendari Dilaporkan Hilang, Diduga Sempat Berkomunikasi dengan Pria

4 Juli 2026 - 18:02 WITA

Pemkab Muna Barat Genjot Infrastruktur, Empat Ruas Jalan Dipastikan Mulai Dibangun Tahun Ini

3 Juli 2026 - 13:28 WITA

Trending di Daerah