Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 18 Jan 2026 22:53 WITA ·

Kaya SDA, Miskin Fasilitas Kesehatan: Pemda Bombana Hanya Setengah Hati Urus Kabaena?


 Foto Anggota DPRD Sultra Dapil Konawe Selatan – Bombana, Aflan Zulfadli (kiri) dan Pasien kritis dari Pulau Kabaena yang harus sewa perahu kayu untuk menyebrang laut menuju Kasipute Bombana. Foto: Istimewa Perbesar

Foto Anggota DPRD Sultra Dapil Konawe Selatan – Bombana, Aflan Zulfadli (kiri) dan Pasien kritis dari Pulau Kabaena yang harus sewa perahu kayu untuk menyebrang laut menuju Kasipute Bombana. Foto: Istimewa

KENDARI – Pulau Kabaena, yang kaya akan sumber daya alam (SDA), ternyata masih bergelut dengan krisis fasilitas kesehatan. Anggota DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) Dapil Konawe Selatan (Konsel) – Bombana dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aflan Zulfadli, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bombana yang dinilai hanya setengah hati dalam mengatasi masalah ini.

“Sejak bupati yang pertama, pengadaan kapal, pengadaan speedboat, untuk Ambulance Laut ini sudah berapa kali diadakan, hanya sekedar pengadaan begitu saja. Tidak ada alokasi anggaran untuk maintenance maupun biaya rutin bulanan,” kata Aflan kepada Penafaktual.com, Minggu, 18 Januari 2026.

Aflan menambahkan bahwa Pemda Bombana kerap abai terhadap pelayanan dasar, hanya fokus pada infrastruktur yang juga tidak tuntas-tuntas sampai sekarang.

“Padahal ada beberapa perusahaan di Kabaena yang melakukan aktivitas pertambangan, begitu besar hasil yang mereka dapatkan dari situ sampai triliunan rupiah kenapa tidak bisa dioptimalkan untuk mengatasi hal seperti ini,” ujarnya.

Aflan menekankan bahwa yang dibutuhkan adalah keseriusan dari pemerintah daerah untuk menangani hal ini.

“Jadi harus ada pengadaan kapalnya sekaligus harus alokasikan biaya rutinnya setiap bulan. Ini bukan masalah besar, tapi keseriusan pemerintah daerah yang kurang,” katanya.

Krisis fasilitas kesehatan di Pulau Kabaena ini telah berlangsung lama, dan Aflan berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan bahwa speed bot ambulance mengalami kerusakan parah.

“Rusak sekitar dua bulan lalu, kita keliling cari alatnya di Kendari tidak ada, kecuali kita pesan,” ujar Darwin kepada penafaktual.com melalui telepon Whatsapp.

Meski begitu, Darwin berjanji speed bot ambulance laut akan segera beroperasi kembali paling lambat satu minggu kedepan.

“Kita tunggu, satu minggu kedepan ini, alatnya sudah datang dari Makassar ada anggota saya utus tadi berangkat untuk beli alat itu,” katanya.(lin/red)

Artikel ini telah dibaca 483 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Motor Keluar Jalur, Dua Pemuda Tewas di Tempat Usai Tabrak Truk di Konsel

17 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Tabrakan Pikap dan Motor di Watopute Muna, Pengendara Perempuan Tewas

16 Agustus 2026 - 11:59 WITA

Kecelakaan Dua Sepeda Motor di Lasusua Kolut, Satu Pengendara Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Polres Muna Ukir Prestasi Pengelolaan Anggaran, Sabet Tiga Penghargaan KPPN

14 Agustus 2026 - 15:39 WITA

Dinilai Cacat Prosedur, Warga Lasalepa Desak Batalkan Sertifikat Tanah Milik Pemda Muna

13 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Aktivitas PT WIN Terhenti, Omzet Pedagang di Torobulu Anjlok dan Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan

12 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Trending di Daerah