Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 3 Feb 2026 18:09 WITA ·

Karyawan PT Marketindo Selaras Dibacok Parang, Kuasa Hukum Sebut Percobaan Pembunuhan


 Ketua LBH Sultra, Fadri Laulewulu (kiri) dan luka sayatan benda tajam pada paha korban. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua LBH Sultra, Fadri Laulewulu (kiri) dan luka sayatan benda tajam pada paha korban. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – Seorang karyawan PT Marketindo Selaras (MS) bernama Abdul Salam mengalami luka parah usai menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Kuasa Hukum korban, Fadri Laulewulu, mengatakan bahwa klienya tidak hanya mengalami penganiayaan biasa tetapi juga menjadi korban percobaan pembunuhan.

Fadri menambahkan bahwa peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat tani Anggata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Insiden itu terjadi saat Abdul Salam bersama sejumlah rekannya dalam perjalanan menuju lahan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kelompok tersebut secara tiba-tiba melakukan penyerangan dengan melempar batu dan busur ke arah korban dan rekan-rekannya,” kata Fadri dalam keterangannya, Selasa, 3 Februari 2026.

Akibat serangan mendadak tersebut, Abdul Salam dan rekan-rekannya mengalami kepanikan dan berusaha mundur untuk menghindari serangan lanjutan. Naas, korban lebih dulu terkena lemparan batu di bagian kepala hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motor.

Dalam kondisi tidak berdaya, sekitar 8 hingga 10 orang diduga mendekati korban dengan membawa senjata tajam jenis parang. Para pelaku kemudian melakukan penganiayaan secara brutal dengan menyabetkan parang ke arah korban, mengakibatkan luka serius di bagian tangan dan paha.

“Penyerangan itu sangat tidak terukur dan jelas berpotensi menghilangkan nyawa korban. Jika tidak ada pihak lain yang menghalau dan memberikan pertolongan, akibatnya bisa jauh lebih fatal,” kata Fadri.

Korban sempat mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Mowila sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari karena kondisi lukanya yang cukup parah.

LBH Sultra menyesalkan sikap para terduga pelaku yang justru mendatangi Polda Sultra pascakejadian. Menurut LBH, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk play victim, seolah-olah menjadi pihak yang dirugikan, padahal diduga kuat merupakan pelaku utama penganiayaan.

“Kami berharap Polda Sultra bertindak profesional dan objektif serta segera memproses laporan klien kami, agar para pelaku dapat ditangkap dan korban memperoleh keadilan,” pungkas Fadri.(lin)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pembalakan Liar di Tahura Nipa-Nipa Terbongkar, Dua Warga Soropia Konawe Diamankan

7 Oktober 2026 - 12:54 WITA

65 Koperasi Merah Putih di Kendari Belum Kantongi PBG, Gerai Kasilampe Diduga Langgar GSJ

6 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Berawal dari Telepon Masuk, Begini Kronologi Suami Tusuk Istri hingga Tewas di Konsel!

6 Oktober 2026 - 14:33 WITA

Pilu! Cekcok Karena HP Berujung Maut, Ibu Muda di Konsel Tewas Ditusuk Suami 9 Kali

6 Oktober 2026 - 13:30 WITA

Curi Motor dan Kabur ke Kendari, Pria di Koltim Diciduk di Penginapan Rahandouna

6 Oktober 2026 - 10:48 WITA

BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang

6 Oktober 2026 - 10:27 WITA

Trending di Hukrim