Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 19 Apr 2026 22:05 WITA ·

Karantina Sultra Tolak Pemasukan Produk Hewan dan Perikanan Asal Jakarta


 Karantina Sultra melaksanakan tindakan tegas terhadap pemasukan media pembawa yang tidak dilengkapi dokumen karantina dalam kegiatan pengawasan di wilayah pemasukan Bandara Halu Oleo. Foto: Istimewa Perbesar

Karantina Sultra melaksanakan tindakan tegas terhadap pemasukan media pembawa yang tidak dilengkapi dokumen karantina dalam kegiatan pengawasan di wilayah pemasukan Bandara Halu Oleo. Foto: Istimewa

KENDARI — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara (Karantina Sultra) melaksanakan tindakan tegas terhadap pemasukan media pembawa yang tidak dilengkapi dokumen karantina dalam kegiatan pengawasan di wilayah pemasukan Bandara Halu Oleo, Kendari.

Media pembawa tanpa dokumen tersebut ditemukan dalam Styrofoam saat petugas melakukan pengawasan di area kargo Bandara Halu Oleo. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa Styrofoam tersebut berisi berbagai produk hewan berupa daging sapi, daging babi, dan daging bebek, serta komoditas perikanan berupa gurita, tuna kaleng, dan rajungan.

Ketua Tim Penegakan Hukum Karantina Sultra, Abdul Rachman, menyampaikan bahwa terhadap temuan tersebut langsung dilakukan tindakan penahanan.

“Penahanan dilakukan karena media pembawa tidak dilengkapi dokumen karantina dan tidak dilaporkan kepada petugas. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap ketentuan perkarantinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 88 jo pasal 35 ayat (1) huruf a dan c Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan ,Ikan, dan Tumbuhan,” ujarnya.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan administratif dan fisik secara menyeluruh untuk memastikan kondisi dan kelayakan komoditas tersebut.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tenggara, A. Azhar, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan karantina dalam setiap lalu lintas komoditas.

“Setiap pemasukan komoditas wajib dilengkapi dokumen karantina dan melalui pemeriksaan petugas. Hal ini penting untuk mencegah masuknya hama dan penyakit yang dapat mengancam sumber daya alam hayati, khususnya sektor peternakan dan perikanan di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Karantina Sultra menetapkan tindakan penolakan terhadap seluruh komoditas tersebut. Media pembawa tidak diizinkan masuk ke wilayah Sulawesi Tenggara dan akan dikembalikan ke daerah asal Jakarta. Dalam melakukan tindakan penolakan, Karantina Sultra berkoordinasi bersama instansi terkait bandara Halu Oleo.

Karantina Sultra berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan di setiap pintu pemasukan dan pengeluaran, serta mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk senantiasa mematuhi peraturan perkarantinaan, termasuk melengkapi dokumen resmi sebelum melakukan pengiriman komoditas.(red)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dari UKT hingga Asrama Jakarta, Anton Timbang Buka Jalan Anak Sultra Kuliah

10 Mei 2026 - 17:10 WITA

Kronologi Bocah Lima Tahun di Kendari Tewas Usai Terbawa Arus Sungai

10 Mei 2026 - 15:46 WITA

Tak Hanya Menambang, PT WIN Bantu Warga Konsel Rintis Usaha Mandiri

10 Mei 2026 - 12:59 WITA

HUT ke-195 Kota Kendari Diwarnai Banjir, Sejumlah Rumah Warga Terendam

9 Mei 2026 - 21:33 WITA

Sakit Perut hingga Muntah-muntah, 11 Siswa SD di Kolaka Tumbang Usai Makan Program MBG

9 Mei 2026 - 20:33 WITA

Pemuda Tani Sultra Desak APH: Tangkap Mafia Solar yang Cekik Petani!

9 Mei 2026 - 19:59 WITA

Trending di Daerah