Menu ✖

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 12 Jun 2023 22:19 WITA ·

Kapolresta Kendari Sebut Ada Penyusup, Aksi Demo Terpaksa Dibubarkan


 Situasi aksi demonstrasi di Pertigaan Kampus Universitas Halu Oleo. Foto: Istimewa Perbesar

Situasi aksi demonstrasi di Pertigaan Kampus Universitas Halu Oleo. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Sekelompok massa yang menggelar unjuk rasa dengan melakukan aksi blokir jalan di pertigaan Kampus Universitas Halu Oleo (UHO), terpaksa dibubarkan oleh aparat Kepolisian.

Aksi massa tersebut terpaksa dibubarkan, karena dianggap telah mengganggu ketertiban umum dan menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas yang panjang.

Kaporlesta Kendari, Kombes Pol M Eka Faturrahman mengatakan, keputusan untuk membubarkan massa pengunjuk rasa tersebut sudah sesuai dengan ketentuan. Sebab, aksi tersebut mengganggu ketertiban umum dan aktivitas masyarakat.

“Kami terpaksa membubarkan massa karena sudah menimbulkan kemacetan panjang akibat memblokade jalan. Tindakan kami ini sudah sesuai dengan ketentuan,” ucap Faturrahman.

Faturrahman menyebut, awalnya pihaknya memberikan pengawalan dan pengamanan terkait aksi tersebut. Namun karena sudah melanggar aturan, sehingga pihaknya terpaksa meminta massa untuk membubarkan diri.

“Kami sudah imbau, silahkan menyampaikan aspirasi dan mengemukakan pendapat dengan tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Namun imbauan kami tidak diindahkan,” ungkapnya.

Mantan Dir Narkoba Polda Sultra itu menambahkan, terkait adanya tudingan aparat Kepolisian melakukan tindakan represif dan menyerang lingkungan Kampus UHO, dia membantahnya.

“Kami tegaskan tidak ada penyerangan lingkungan kampus. Yang ada justru personel Kepolisian yang melakukan pengamanan mendapat serangan dari dalam kampus oleh sekelompok orang memakai topeng,” katanya.

Dia juga menduga, aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa pada siang tadi di pertigaan Kampus UHO telah disusupi oleh oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, awalnya hanya aksi damai namun adanya orang yang jadi provokator sehingga terjadinya keributan.

“Kami identifikasi pecahnya aksi demo ini karena adanya penyusup di dalamnya yang sengaja ingin membenturkan massa dengan aparat Kepolisian,” kata Faturrahman.

Terkait hal itu, Faturrahman mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya isu hoaks yang dapat memicu terjadinya gangguan keamanan di Kota Kendari.

“Kami harap masyarakat tidak terpancing terhadap isu yang ingin mencoba menggiring aksi Unras siang tadi ke arah negatif. Kita minta seluruh masyarakat menahan diri,” harapnya.(**)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemkot Kendari dan Hiswana Migas Ancam Tindak Pangkalan yang Jual LPG di Atas HET

5 Oktober 2026 - 18:41 WITA

Polsek Kolono Gelar Patroli Dialogis di Pelabuhan Amolengu untuk Jaga Kamtibmas

4 Oktober 2026 - 19:32 WITA

Parkir Digratiskan Saat Road Race di Eks MTQ Kendari, Jukir Malah Pungut hingga Rp15 Ribu

4 Oktober 2026 - 12:38 WITA

Dukung Road Race dan Kejurnas, Bupati Ikbar Siapkan Wisata Olahraga di Konut

3 Oktober 2026 - 20:14 WITA

PBB Sultra Gelar Cup Race 2026 di Kendari, Ikbar: Jadikan Lintasan Balap Tempat Lahirnya Prestasi

3 Oktober 2026 - 18:14 WITA

350 Mahasiswa Pencinta Alam Kumpul di Sultra, TWKM XXXV Usung Isu Hilirisasi Hijau

2 Oktober 2026 - 18:06 WITA

Trending di News