Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 23 Jun 2026 14:55 WITA ·

HP Pengurus AMAN Sultra Diduga Kena Serangan Siber Usai Kritik Sejumlah Kasus


 Pengurus AMAN Sultra Perbesar

Pengurus AMAN Sultra

KENDARI – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara menyampaikan dugaan serangan siber yang dialami sejumlah kadernya setelah aktif menyuarakan berbagai persoalan publik dan mengkritisi sejumlah kasus yang menjadi perhatian masyarakat.

AMAN Sultra menilai tindakan tersebut sebagai upaya pembungkaman kebebasan berpendapat dan aktivitas kontrol sosial mahasiswa. Mereka menduga serangan digital terhadap Kabid Advokasi & Pergerakan AMAN Sultra dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Kritik Isu Hukum hingga Tambang, HP Diserang 

Ikram, Kabid Advokasi & Pergerakan AMAN Sultra, mengatakan aktivitas organisasi dalam menyampaikan kritik merupakan bagian dari fungsi mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang mengawal kebijakan pemerintah dan persoalan di masyarakat.

“Kami menyayangkan adanya tindakan yang diduga mengarah pada upaya intimidasi melalui ruang digital. Kritik dan penyampaian aspirasi adalah bagian dari demokrasi, bukan sesuatu yang harus dibungkam dengan cara-cara yang tidak sehat,” ujar Ikram.

Menurut Ikram, dugaan serangan itu terjadi setelah pihaknya aktif menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari isu penegakan hukum, aktivitas pertambangan, hingga berbagai kebijakan yang dinilai perlu mendapat perhatian publik.

Minta APH Usut, Ruang Digital Jangan Jadi Alat Intimidasi

Di tempat terpisah, Ketua AMAN Sultra menegaskan organisasi tidak akan mundur dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Mereka meminta pihak berwenang mengusut dugaan serangan siber tersebut apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Kami secara kelembagaan meminta aparat penegak hukum untuk melihat persoalan ini secara serius. Ruang digital harus menjadi tempat demokrasi berkembang, bukan menjadi alat untuk menekan atau mengintimidasi pihak yang menyampaikan kritik,” tegasnya.

Imbau Kader Tempuh Jalur Hukum

Ketua AMAN Sultra juga mengimbau seluruh kader dan anggota agar tetap menjaga sikap serta menggunakan jalur hukum apabila menemukan tindakan yang merugikan.

Mereka menegaskan perjuangan menyuarakan kepentingan masyarakat akan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan aturan dan prinsip demokrasi.

“Gerakan mahasiswa tidak akan berhenti hanya karena adanya tekanan. Kami akan tetap mengawal setiap persoalan yang menyangkut kepentingan publik,” tutup Ketua AMAN Sultra.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian terkait dugaan serangan siber tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk keterangan lebih lanjut.(red)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Dua Sepeda Motor di Lasusua Kolut, Satu Pengendara Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 17:04 WITA

Polres Muna Ukir Prestasi Pengelolaan Anggaran, Sabet Tiga Penghargaan KPPN

14 Agustus 2026 - 15:39 WITA

Dinilai Cacat Prosedur, Warga Lasalepa Desak Batalkan Sertifikat Tanah Milik Pemda Muna

13 Agustus 2026 - 13:05 WITA

Aktivitas PT WIN Terhenti, Omzet Pedagang di Torobulu Anjlok dan Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan

12 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Bawa Jenazah dari Kolaka, Ambulans Tabrak Avanza hingga Terperosok ke Jurang di Lambuya Konawe

12 Agustus 2026 - 15:34 WITA

Bupati Muna Barat Apresiasi Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

Trending di Daerah