Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 8 Agu 2026 14:08 WITA ·

Hiswana Migas: Banyak Pengguna Beralih ke Pertalite, Penjualan Pertamax Turun 50 Persen


 Ketua Hiswana Migas DPC IV Sulawesi Tenggara, Fahd Atsur. sumber: bursabisnis Perbesar

Ketua Hiswana Migas DPC IV Sulawesi Tenggara, Fahd Atsur. sumber: bursabisnis

KENDARI – Ketua Hiswana Migas DPC IV Sulawesi Tenggara, Fahd Atsur, buka suara terkait antrean kendaraan yang memanjang di sejumlah SPBU Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir. Antrean terpanjang terjadi pada BBM jenis Pertalite dan Bio Solar subsidi.

Fahd menjelaskan, memanjangnya antrean disebabkan adanya peralihan pengguna dari BBM non subsidi ke BBM subsidi akibat selisih harga yang cukup besar.

“Harga Pertamax saat ini Rp16.300, sebelumnya Rp16.650. Sementara Pertalite masih Rp10.000. Akibat disparitas harga ini, banyak pengguna Pertamax sebelumnya beralih ke Pertalite,” kata Fahd kepada wartawan di Kendari, Jumat, 8 Agustus 2026.

Penjualan Pertamax Turun 50 Persen
Fahd menyebut fenomena ini terbukti dari laporan SPBU. Banyak pemilik kendaraan membuat barcode baru untuk bisa membeli BBM subsidi jenis Pertalite.

“Kami mendapat data dari SPBU, terjadi penurunan penjualan Pertamax sekitar 40 sampai 50 persen,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi pada BBM jenis solar. Antrean Solar subsidi memanjang karena pengguna Dexlite beralih ke Bio Solar B50.

“Banyak pengguna Dexlite beralih ke Bio Solar karena lonjakan harga Dexlite yang sangat signifikan,” jelas Fahd.

Stok BBM Dinyatakan Aman
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Fahd memastikan stok BBM di Kota Kendari dalam kondisi aman.

“Untuk stok BBM Pertalite maupun Pertamax kami pastikan aman dan berjalan sebagaimana hari-hari biasanya. Beberapa SPBU juga dipastikan mendapat extra dropping dari Pertamina untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Himbauan kepada Masyarakat dan SPBU
Hiswana Migas Sultra menghimbau masyarakat pengguna BBM subsidi agar tidak melakukan panic buying.

“Kami himbau kepada masyarakat pengguna BBM subsidi untuk tidak panic buying karena stok dari Pertamina aman,” ucapnya.

Selain itu, Fahd juga meminta seluruh SPBU untuk tetap menyediakan BBM jenis non subsidi sebagai alternatif.

“Kami kembali menghimbau kepada SPBU untuk selalu menyediakan BBM jenis Non Subsidi, seperti Pertamax dan atau Dexlite sebagai BBM alternatif yang lebih baik,” katanya.

Fahd juga meminta SPBU memperketat pelayanan BBM subsidi sesuai ketentuan.

“SPBU harus melayani pengguna BBM subsidi sesuai peruntukan kendaraan yang tertera dalam barcode kendaraan. Tidak melayani kendaraan yang mengisi berulang kali, dan pelayanan pengisian harus sesuai barcode yang tertera,” tutup Fahd.(red)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mandi di Sungai Tiworo, Lansia di Muna Barat Digigit dan Diseret Buaya Sejauh 10 Meter

7 Agustus 2026 - 19:15 WITA

Kronologi Kebakaran Rumah di Bombana yang Tewaskan Seorang Ibu dan Empat Anaknya

7 Agustus 2026 - 18:19 WITA

Ditinggal Pemilik Antre BBM, Rumah di Muna Barat Ludes Terbakar

7 Agustus 2026 - 14:58 WITA

Tragis! Kebakaran Rumah di Bombana Tewaskan Seorang Ibu dan Empat Anaknya

6 Agustus 2026 - 16:09 WITA

Diduga Dipicu Pembakar Obat Nyamuk, Rumah Karyawan Tambang di Konsel Ludes Terbakar

5 Agustus 2026 - 13:26 WITA

Forgema Sultra Soroti Pembangunan PT SIP Bombana, Perizinan Dinilai Belum Lengkap

4 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Trending di Daerah