BOMBANA – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana memasuki babak baru. Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi, dan hanya 4 pejabat yang dinyatakan lolos untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
Mereka adalah figur-figur yang tidak asing lagi dalam birokrasi Kabupaten Bombana, yaitu Hasdin Ratta, saat ini menjabat Kepala BPBD; Syahrun, menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR); Darwin, menjabat sebagai Kepala BPKAD Bombana; dan Sadli Siradjuddin, S.Kom, M.A.P, sebagai Kepala Dinas Sosial Bombana.
Keempatnya merupakan sosok birokrat senior di Instansi internal pemerintahan Kabupaten Bombana dengan background pengalaman yang berbeda.
Rekam jejak para kandidat menjadi modal penting untuk menduduki kursi Sekda sebagai jabatan strategis agar menjadi penentu roda pemerintahan yang dinamis sekaligus motor penggerak sinergi antar OPD di wilayah Kabupaten Bombana.
Ketua Panitia Seleksi, Asrun Lio, menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan dengan pendekatan menyeluruh dan berlapis. Penilaian tidak berhenti pada kelengkapan dokumen, tetapi juga menelisik rekam jejak sebagai refleksi kualitas kepemimpinan.
“Proses ini tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga memastikan rekam jejak, integritas, serta konsistensi kerja para kandidat,” ungkap Asrun Lio.
Kepala BKSDM Bombana, Abdul Muslikh, menjelaskan bahwa setelah dinyatakan lolos administrasi oleh Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, keempat nama yang dinyatakan lolos tersebut bakal melakukan tahapan seleksi lebih lanjut, yaitu seleksi uji kompetensi atau asesmen, penulisan makalah, dan uji gagasan.
“Proses seleksi lebih lanjut bakal dimulai pada 14 April hingga 19 April yang bertempat di Kendari. Proses tersebut dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Kepala BKSDM.
Masyarakat Kabupaten Bombana menanti siapa di antara keempat nama tersebut yang akhirnya dipercaya menjadi Sekda definitif. Persaingan dipastikan akan berlangsung ketat, karena setiap kandidat membawa pengalaman, keunggulan, sekaligus visi tersendiri untuk memajukan birokrasi daerah.(fan)















