Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 11 Agu 2025 18:38 WITA ·

Dugaan Penimbunan BBM di Lalonggasmeeto: DPRD Sultra Gelar RDP Ketiga


 Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Lalonggasmeeto. Foto: Istimewa Perbesar

Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Lalonggasmeeto. Foto: Istimewa

KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Lalonggasmeeto pada Senin, 11 Agustus 2025 pagi. RDP ini merupakan yang ketiga kalinya digelar, setelah dua RDP sebelumnya pemilik usaha BBM Lalonggasmeeto, Irma, tidak hadir.

Dalam RDP tersebut, Irma menjelaskan bahwa ia memulai usaha BBM solar di Lalonggasmeeto pada tahun 2018. Saat itu, para nelayan kesulitan mendapatkan suplai BBM jenis solar, sehingga Irma melihat kesempatan untuk membantu nelayan. Awalnya, hanya dua nelayan yang dilayani, namun jumlahnya terus bertambah hingga saat ini.

‎”Dari situ saya berfikir mengambil kesempatan itu untuk membantu nelayan. Awalnya hanya 2 nelayan yang dilayani hingga akhirnya bertambah sampai saat ini”, ungkapnya.

Irma menyebutkan bahwa pada awalnya, para nelayan hanya menukar hasil lautnya dengan BBM solar. Namun, ia tidak mengetahui asal-usul solar yang didatangkan. Mengenai perizinan, Irma mengaku baru memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) pada tahun 2025 ini, tepatnya lima hari sebelum RDP digelar.

Setiap hari, nelayan dapat memperoleh satu jerigen BBM solar dengan isi sekitar 35 liter, dengan total nelayan yang dilayani mencapai 30 orang.

Anggota DPRD Sultra, Suwandi Andi, menegaskan bahwa pihaknya dapat memberikan pembinaan dengan menghentikan sementara aktivitas di tempat yang bersangkutan.

“Kita bisa saja memberikan pembinaan dengan menghentikan sementara aktivitas itu, sembari kita panggil pihak lain untuk menjelaskan semuanya,” tegasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Dipicu Asmara, Pria di Kendari Aniaya Mantan Kekasih dan Rusak Kamar Kos

11 Juni 2026 - 14:38 WITA

Ketua BPD di Muna Barat Diduga Aniaya Warga, Korban Alami Luka

10 Juni 2026 - 15:07 WITA

Kejati Sultra Periksa Bendahara Dinas PRKPP Terkait Dugaan Penyimpangan APBD 2025

10 Juni 2026 - 13:44 WITA

Ratusan Tabung LPG 3 Kg Diduga Hendak Dijual ke Luar Daerah, Polres Konawe Amankan 3 Terduga Pelaku

10 Juni 2026 - 11:29 WITA

Truk Bak Terbuka Bermuatan Tinggi Melintas di Jalan Raya Kendari, Pengguna Jalan Khawatir

9 Juni 2026 - 19:13 WITA

Ketua Ormas di Kendari Ditangkap, Diduga Peras dan Ancam Perusahaan Tambang

9 Juni 2026 - 13:43 WITA

Trending di Hukrim