Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 3 Okt 2025 09:23 WITA ·

DPRD Sultra Belanja Mobil Dinas Mewah, Akademisi Soroti Kurangnya Empati Sosial


 Mobil dinas baru untuk unsur pimpinan, mulai dari Ketua DPRD Sultra hingga tiga Wakil Ketua DPRD Sultra. Foto: Istimewa Perbesar

Mobil dinas baru untuk unsur pimpinan, mulai dari Ketua DPRD Sultra hingga tiga Wakil Ketua DPRD Sultra. Foto: Istimewa

KENDARI – DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengadakan mobil dinas baru untuk unsur pimpinan, mulai dari Ketua DPRD Sultra hingga tiga Wakil Ketua DPRD Sultra. Mobil dinas baru merek Hyundai dengan taksiran harga miliaran rupiah per unitnya itu telah diserahterimakan kepada unsur pimpinan DPRD Sultra tahun ini.

Pengadaan mobil dinas baru tersebut tertera dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPBJP) dengan pagu sebesar Rp5.589.000.000, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Namun, pengadaan mobil dinas baru ini mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya dari Akademisi Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Kendari, Andi Awaluddin. Ia menilai bahwa pengadaan mobil dinas untuk unsur pimpinan DPRD menunjukkan kurangnya kepekaan dan empati sosial terhadap masyarakat.

“Ketika anggota DPR, khususnya pimpinan, tidak ada kepekaan tentang empati publik yang saat ini sedang menyoroti bagaimana kemewahan fasilitas dan gaji besar yang diperoleh anggota DPR, saya pikir pengadaan ini menjadi cerminan bahwa anggota DPR utamanya unsur pimpinan tidak mempunyai empati sosial,” ucapnya pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Andi Awaluddin menambahkan bahwa DPRD seolah tidak lagi memandang penting harapan dan suara-suara rakyat, melainkan lebih cenderung mementingkan kenyamanan fasilitas dengan standar kemewahan yang dipertontonkan kepada publik.

“Saya pikir itu sangat mencederai perasaan publik, dan ini menjadi buruk ketika sorotan publik harus mengarah kepada DPR lembaga legislatif,” tegasnya.

Ia berharap bahwa legislator harus lebih peka lagi dengan kondisi rakyatnya dan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan memperkaya diri atau memfasilitasi diri dengan kemewahan.

“Harusnya anggota atau unsur pimpinan DPRD Sultra berpikir bagaimana anggaran ini bisa dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat banyak, bukan memperkaya diri,” tukasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bawaslu Muna Bentuk Saka Pramuka Adhyasta Pemilu Masa Bakti 2026–2030

14 Oktober 2026 - 16:52 WITA

Staf Dekanat FISIP UHO Ngaku Diusir Tanpa Alasan Jelas, Posisinya Diganti Anak Kabag TU

14 Oktober 2026 - 14:23 WITA

Sejumlah Lapak di Pasar Sentral Bombana Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

13 Oktober 2026 - 15:07 WITA

Diduga Langgar Kepmen ESDM 365/2023, PT Cinta Jaya Diprotes Putra Daerah Mandiodo

12 Oktober 2026 - 12:53 WITA

Kades Watumbohoti Jelaskan Kondisi Bendungan dan Pipa Air Bersih di Wilayah IUP PT GAP

11 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Truk dan Avanza Tabrakan di Lapuko Konsel, Tiga Penumpang Luka-luka

10 Oktober 2026 - 21:23 WITA

Trending di Daerah