Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 31 Mei 2026 10:43 WITA ·

Diduga Terseret Arus Deras, Remaja di Konawe Meninggal Saat Berenang di Bendungan Ameroro


 Seorang remaja meninggal dunia setelah tenggelam terbawa arus saat berenang di Bendungan Ameroro Konawe, Sabtu (30/5/2026). Foto: Istimewa Perbesar

Seorang remaja meninggal dunia setelah tenggelam terbawa arus saat berenang di Bendungan Ameroro Konawe, Sabtu (30/5/2026). Foto: Istimewa

KONAWE – Seorang remaja bernama Chico Chiciano (18) diduga terseret arus deras saat berenang di saluran irigasi Bendungan Ameroro, Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Korban ditemukan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan tenggelam, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Rahman, mengatakan peristiwa yang menewaskan warga Desa Tawarotebota, Kecamatan Uepai, itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurut Rahman, sebelum kejadian korban bersama dua rekannya mendatangi Bendungan Ameroro untuk berenang. Korban kemudian turun ke saluran irigasi di bawah pintu air bersama seorang rekannya, sementara satu rekannya memilih tidak ikut karena tidak bisa berenang.

“Saat itu korban dan salah seorang rekannya turun ke saluran irigasi untuk berenang di bawah pintu air, sedangkan satu rekannya memilih tidak ikut karena tidak bisa berenang,” ujar Rahman, Minggu 31 Mei 2026.

Tak lama setelah berada di dalam air, korban terlihat kesulitan berenang dan sempat berteriak meminta pertolongan. Rekannya berusaha membantu dengan memberikan sebatang kayu, namun korban tidak berhasil meraihnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan pihak kepolisian untuk melakukan pencarian.

“Sekitar pukul 17.45 Wita, korban akhirnya ditemukan di dalam saluran irigasi dalam keadaan meninggal dunia,” kata Rahman.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Tawarotebota menggunakan kendaraan patroli Polsek Lambuya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, membuat permintaan Visum et Repertum (VeR), serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

“Berdasarkan informasi awal, korban diduga terbawa arus air yang cukup deras dan tidak mampu menyelamatkan diri,” pungkas Rahman. (lin)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pick Up Terbalik Akibat Ban Pecah di Muna, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

30 Mei 2026 - 17:23 WITA

Danlanud Haluoleo Sambut Kedatangan Menteri PKP RI di Bandara Haluoleo

29 Mei 2026 - 20:49 WITA

Prajurit Lanud Haluoleo Ikuti Wisata Pungut Sampah di Teluk Kendari

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Diduga Depresi Usai Istri Meninggal, Pria Asal Kolaka Tewas Keracunan di Muna Barat

29 Mei 2026 - 11:07 WITA

PHK Massal di Konut, Eks Karyawan PT Hillcon Tuntut Pesangon dan THR

28 Mei 2026 - 20:50 WITA

JMSI Sultra Ancam Sanksi Anggota yang Catut Nama Organisasi

28 Mei 2026 - 20:36 WITA

Trending di Daerah