Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 11 Agu 2026 14:41 WITA ·

Bupati Muna Barat Apresiasi Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”


 Rasmin Jaya menyerahkan hasil karyanya kepada Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Foto: Istimewa Perbesar

Rasmin Jaya menyerahkan hasil karyanya kepada Bupati Muna Barat, La Ode Darwin. Foto: Istimewa

MUNA BARAT – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengapresiasi terobosan karya buku yang ditulis Rasmin Jaya, founder literasi Muna Barat asal Desa Maperaha, berjudul “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”.

Apresiasi itu disampaikan saat Rasmin Jaya menyerahkan hasil karyanya kepada Bupati di kantor Bupati Muna Barat, Minggu, 10 Agustus 2026.

La Ode Darwin mengaku bangga dengan lahirnya penulis dari daerah. Menurutnya, karya seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan rekomendasi gagasan untuk pembangunan.

“Saya sangat bangga ada anak daerah yang berinovasi lewat karya, apalagi sampai menulis dan menciptakan sebuah buku. Ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda sekaligus menjadi rekomendasi gagasan untuk pembangunan menuju Liwu Mokesa,” tegasnya.

Ia juga mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui gerakan literasi, membaca, diskusi, dan menulis. Tujuannya agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Mengharapkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat yang terus berkesinambungan perlu ada keterlibatan aktif semua pihak dan kolaborasi agar Liwu Mokesa bisa kita wujudkan bersama,” harapnya.

Bupati menilai perjuangan tidak hanya dilakukan di jalanan, tetapi juga melalui karya tulis yang bermanfaat sebagai rujukan pemangku kepentingan dalam melahirkan kebijakan.

“Kita berharap ke depan bisa lahir penulis-penulis baru dan terus membudayakan literasi agar bisa menjadi instrumen untuk terus mencerdaskan generasi dan merubah tatanan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Rasmin Jaya menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran krusial dalam membangun budaya literasi. Mulai dari penyusunan kebijakan, pengembangan perpustakaan, hingga memperbanyak bahan bacaan.

“Saya sangat menyambut baik apresiasi dan dukungan dari Bupati Muna Barat yang mendorong kita terus berkarya dan menciptakan terobosan agar bisa bermanfaat untuk daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan dinamisator dalam pengentasan buta aksara serta peningkatan budaya literasi. Ia berharap literasi, termasuk literasi digital, terus diperkuat untuk menekan penyebaran hoaks.

“Penguatan literasi dan gerakan gemar membaca harus menjadi perhatian bersama. Ini penting untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong daya saing generasi muda,” tegasnya.

Rasmin juga mengingatkan derasnya arus informasi di era digital dapat berdampak negatif jika tidak disikapi bijak. Masyarakat dituntut cerdas memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh isu tidak bertanggung jawab.

Rasmin mengaku, buku tersebut lahir dari pergulatan pemikiran terhadap dinamika sosial, politik, dan demokrasi di ruang publik. Karya itu diharapkan menjadi rekomendasi gagasan bagi para pemangku kepentingan.

Ia menyoroti budaya literasi mahasiswa yang rentan mundur akibat pesatnya globalisasi dan modernisasi. Untuk itu, mahasiswa didorong kembali pada peran sebagai agen perubahan.

“Mahasiswa tidak hanya cukup kuliah saja, tetapi harus memikirkan pasca kuliah dan keluar dari kampus mau ke mana dan harus seperti apa. Olehnya itu, mahasiswa perlu mengisi dirinya dengan organisasi sebagai proses menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan agar lebih berdampak pada masyarakat dan daerah yang ia cintai,” tegasnya.

Ia menekankan budaya literasi tidak boleh tergilas modernisasi karena membaca memperdalam pengetahuan dan menjadi bekal mengejar cita-cita.

Rasmin juga menyampaikan dukungan terhadap program strategis Bupati Muna Barat dengan tagline “Menuju Liwu Mokesa – Kampung Bagus”.

“Sebagai generasi muda kami mendukung serta ingin menjadi bagian dari mitra kritis dan strategis pemerintah daerah agar gagasan, ide, program dari pemuda bisa teraktualisasi menjadi bentuk yang kongkret,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Rasmin mengapresiasi langkah Bupati La Ode Darwin yang di tengah kebijakan efisiensi anggaran mampu melakukan terobosan, lobi, dan negosiasi ke pemerintah pusat agar alokasi anggaran dan kegiatan dipusatkan di Muna Barat demi kemajuan masyarakat.(red)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Danlanud Haluoleo Hadiri Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

11 Agustus 2026 - 06:51 WITA

KUPP Molawe Gelar Coklit PNBP Jasa Barang Bersama OSS dan VDNI

11 Agustus 2026 - 06:46 WITA

117 Warga Lingkar Tambang PT GAP di Konsel Dapat Layanan Kesehatan Gratis

10 Agustus 2026 - 16:46 WITA

Tiga Rumah di Lombu Jaya Muna Barat Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp350 Juta

9 Agustus 2026 - 20:53 WITA

Hiswana Migas: Banyak Pengguna Beralih ke Pertalite, Penjualan Pertamax Turun 50 Persen

8 Agustus 2026 - 14:08 WITA

Mandi di Sungai Tiworo, Lansia di Muna Barat Digigit dan Diseret Buaya Sejauh 10 Meter

7 Agustus 2026 - 19:15 WITA

Trending di Daerah