Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 9 Feb 2026 19:59 WITA ·

Bupati Konsel Dituding Berpihak pada Korporasi dalam Konflik Agraria di Angata


 Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Darmawan. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Darmawan. Foto: Istimewa

KENDARI – Sikap Bupati Konawe Selatan (Konsel), Irham Kalenggo, dalam menanggapi konflik agraria di Kecamatan Angata, memicu kritikan keras dari Kuasa Hukum masyarakat kelompok tani Angata, Andri Darmawan.

Andri mengatakan, pernyataan Bupati Konsel yang mengaku tidak terganggu dengan situasi di lapangan dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan masyarakat tani.

“Bagaimana mungkin Bupati melarang warga mengolah tanahnya sendiri, sementara membiarkan perusahaan merawat sawit di atas lahan yang digusur paksa?” kata Andri.

Ia juga menyoroti kebijakan Bupati Konsel yang melarang warga tani mengolah tanah mereka, namun sebaliknya mengizinkan PT Marketindo Selaras (MS) tetap merawat kelapa sawit. Hal ini dianggap sebagai bukti keberpihakan kepada korporasi.

Andri menilai, klaim Bupati Konsel bahwa masyarakat enggan dimediasi adalah kebohongan publik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam dua kali pertemuan yang difasilitasi Pemda Konsel dan Pemprov Sultra, masyarakat tani justru tidak pernah diundang.

Ia juga menilai, Bupati Konsel keliru secara hukum saat menyatakan tidak memiliki kewenangan mencabut Izin Usaha Perkebunan (IUP).

“Bupati punya andil dan kewenangan untuk mencabut perizinan, sesuai diatur dalam UU Pemda dan UU Perkebunan,” tegasnya.

Andri meminta Presiden Prabowo Subianto dan Mendagri Tito Karnavian segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja Bupati Konsel, karena dianggap gagal dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi warga masyarakat yang tengah berkonflik.

“Mohon Presiden Prabowo Subianto dan Mendagri Tito Karnavian untuk melakukan evaluasi terhadap tindakan Bupati Konsel yang tidak menunjukan sikap sebagai pimpinan daerah yang baik dan melayani semua warga masyarakatnya,” kata Andri.(red)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kebakaran Masjid Jami Alfatah di Bombana, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

15 Maret 2026 - 00:48 WITA

Bank Sultra Naikkan Rasio Dividen Jadi 75 Persen, Perkuat PAD Daerah

14 Maret 2026 - 20:51 WITA

Diduga Putar Balik Tanpa Cek Spion, Pengendara Mio Ditabrak Innova di Molawe Konut

14 Maret 2026 - 19:53 WITA

BPTD Sultra Koordinasi Kesiapan Angkutan Lebaran di Terminal Puuwatu, Sediakan 8 Ribu Kursi Bus

14 Maret 2026 - 14:37 WITA

Puncak Arus Mudik di Bandara Haluoleo Diprediksi Terjadi H-3 Lebaran

14 Maret 2026 - 13:44 WITA

Polres Konawe Utara Gelar Gatur Pagi, Berikan Rasa Aman bagi Pengguna Jalan

14 Maret 2026 - 10:02 WITA

Trending di Daerah