Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 21 Jan 2026 16:49 WITA ·

Bebaskan Tersangka KDRT, Kanit PPA Polresta Kendari Dilapor Propam


 Korban KDRT, insial YR (kiri) dan kuasa hukumnya, Suhardin usai melapor di Propam Polda Sultra. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Korban KDRT, insial YR (kiri) dan kuasa hukumnya, Suhardin usai melapor di Propam Polda Sultra. Foto: Penafaktual.com

KENDARI – Kepala Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Kendari, Aiptu AR dilapor ke Propam Polda Sultra, Rabu, 21 Januari 2026.

Laporan tersebut dilayangkan oleh warga inisial YR (33) melalui kuasa hukumnya, Suhardin. YR merupakan korban dugaan tidak pidana kekerasan dalam rumah tanggah (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya insial MN (35).

Suhardin mengatakan, pihaknya melaporkan Kanit PPA Polresta Kendari karena pelaku dugaan tindak pidana KDRT yang menimpa kliennya tidak ditahan meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang kami laporkan Kanit PPA Polresta Kendari dan penyidik pembantu karena korban merasa laporannya tidak diprogres, kemudian yang kedua, dalam kasus KDRT itu seharusnya (tersangka) dilakukan penahanan, karena korban khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan diluar,” ujar Suhardin di Mapolda Sultra.

Tidak hanya itu, kata Suhardin, klienya juga merasa diintimidasi oleh penyidik PPA Polresta Kendari. Penyidik meminta korban untuk mencabut laporan dan berdamai dengan pelaku.

“Tapi korban (YR) tidak mau karena dia yang merasakan, dilapangan selalu dia yang disakiti suaminya sehingga korban tidak mau mencabut laporan,” katanya.

Menurut Suhardin, tersangka MN pernah ditangkap dan menjalani proses penahanan di Polresta Kendari. Namun, tersangka kembali dibebaskan oleh penyidik.

“Pada saat ditahan satu malam, tidak ada pemberitaan pada korban, bahwa suaminya (tersangka) lepas begitu saja tidak ada pemberitahun,” kata Suhardin.

Setelah dibebaskan, tersangka sering kali mendatangi korban. Akibatnya korban merasa takut dan terancam.

Puncaknya pada Senin, 20 Januari 2026, tersangka kembali mendatangi korban dan mengambil paksa anaknya yang masih berusia 1 tahun.

“Dia (tersangka) ambil paksa anakku kita sementara di mobil, dia ambil paksa anakku dengan teman-temannya. Mereka tarik-tarik anakku kaya boneka dan saya tidak terima itu,” kata YR di Mapolda Sultra.

Karenanya, korban meminta pihak kepolisian untuk menangkap dan menahan tersangka. Korban berharap anaknya dapat kembali ke pelakunnya.

Selain itu, Suhardin meminta agar pihak Propam Polda Sultra segera menindak lanjuti laporan yang dimasukkan olehnya.

“Pihak Propam kami minta segera progres laporan kami secepatnya,” pintanya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kanit PPA Polresta Kendari, Aiptu A R membantah tunduhan intimidasi yang dilaporkan oleh kuasa hukum.

“Kami tidak pernah melakukan intimidasi terhadap korban untuk mencabut laporan,” kata Aiptu A R kepada penafaktual.com melalui telepon Rabu siang.

Aiptu AR juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat penangkapan tersangka dan telah diserahkan ke pihak Buser 77 Sat Reskrim Polresta Kendari.

“Surat perintah penangkapan sudah diterbitkan dan sudah diserahkan ke Buser untuk dilakukan penangkapan terhadap tersangka,” katanya.(lin)

Artikel ini telah dibaca 221 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Dua Bulan Berlalu, Kasus Pembalakan Liar Tahura Nipa-Nipa Belum Naik Penyidikan

12 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Pria di Muna Ditikam Orang Tak Dikenal saat Acara Lulo

11 Oktober 2026 - 16:45 WITA

Berulang Kali Tebang Pohon Ilegal di Kawasan Tahura Nipa-Nipa, Dua Warga Soropia Konawe Terancam Pidana

9 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Oknum Satpol PP Sultra Ditangkap, Diduga Aniaya Mahasiswa HMI Saat Demo di Kantor Gubernur

8 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Curi Barang di Rumah Dinas SDN 1 Lambandia Koltim, Dua Pria Ditangkap Polisi 

8 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Pembalakan Liar di Tahura Nipa-Nipa Terbongkar, Dua Warga Soropia Konawe Diamankan

7 Oktober 2026 - 12:54 WITA

Trending di Hukrim