KENDARI – Sekitar 70 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite diduga akan diangkut menggunakan KM Ikhsan 01 di Pelabuhan Ferry Kendari-Wawonii, Jalan Pembangunan, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam pengamanan tersebut, personel Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polresta Kendari turut membawa kapten kapal untuk dimintai keterangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan jeriken BBM itu diamankan sekitar pukul 08.00 Wita. Selanjutnya, barang tersebut diangkut menggunakan mobil pikap berwarna hitam dengan nomor polisi DT 8302 BD.
Pengamanan tersebut berdampak pada jadwal pelayaran KM Ikhsan 01 menuju Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Kapal yang dijadwalkan berangkat pukul 10.00 Wita itu belum bertolak, sehingga sejumlah penumpang terpaksa menunggu di pelabuhan.
“Sekitar 70 jeriken dibawa pakai mobil pikap, sama kapten kapal juga dibawa. Harusnya berangkat dari jam 10 tadi,” kata seorang warga yang ditemui di lokasi.
Selain proses pengamanan BBM, insiden tersebut juga diduga diwarnai keributan antara petugas pelabuhan dan personel Tipidter Polresta Kendari.
Menurut keterangan warga tersebut, keributan bermula ketika aktivitas pengamanan direkam oleh petugas pelabuhan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong di antara pihak yang terlibat.
“Sempat ribut, baku dorong-dorong, hampir baku pukul gara-gara divideo sama petugas pelabuhan,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi, Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Safi’i Nafsikin, mengaku belum mengetahui secara pasti peristiwa tersebut. Ia menyatakan akan mengecek informasi itu kepada anggotanya di lapangan.
“Kami cek dulu ke anggota, mohon waktunya,” kata Safi’i.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, belum merespons upaya konfirmasi awak media.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai asal-usul BBM, tujuan pengangkutan, dugaan pelanggaran yang sedang ditelusuri, maupun status hukum kapten KM Ikhsan 01.
Polisi juga belum memberikan penjelasan mengenai dugaan keributan antara personel kepolisian dan petugas pelabuhan saat proses pengamanan berlangsung. (red)

















