Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 28 Nov 2025 16:25 WITA ·

AKAR Sultra Desak Pencopotan Lurah Korumba


 AKAR-SULTRA melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Kendari, menuntut evaluasi dan pencopotan Lurah Korumba atas dugaan menghalangi investasi di bidang usaha kuliner. Foto: Istimewa Perbesar

AKAR-SULTRA melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Kendari, menuntut evaluasi dan pencopotan Lurah Korumba atas dugaan menghalangi investasi di bidang usaha kuliner. Foto: Istimewa

KENDARI – Aliansi Keadilan Rakyat Sulawesi Tenggara (AKAR-SULTRA) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Kendari, menuntut evaluasi dan pencopotan Lurah Korumba atas dugaan menghalangi investasi di bidang usaha kuliner (F&B) di wilayah Korumba, Kota Kendari.

” Hari ini kami bertandang di kantor walikota guna meminta lurah korumba di evaluasi kinerjanya bahkan di lakukan pemberhentian atau Pencopotan” kata Ketua Umum AKAR Sultra, Eko Rama.

Eko Rama menambahkan bahwa lurah sebagai perpanjangan tangan pemerintah harusnya mendukung investasi, bukan menghalangi dengan tetap memastikan kepatuhan terhadap Undang-undang.

“Sikap lurah terhadap investor haruslah mendukung, profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal, sambil tetap memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Lurah, sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, memainkan peran penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayahnya,” kata Eko Rama.

Eko Rama menegaskan bahwa Lurah Korumba hari ini dinilai gagal dalam menjalankan tugas untuk menjembatani antara masyarakat dan pelaku usaha.

“Lurah korumba kami nilai tidak mampu menjembatani pelaku usaha dengan masyarakat, malah justru tendensi provokatif yang seakan-akan atas nama masyarakat lalu menekan pelaku usaha sehingga memicu konflik. Bahkan pelaku usaha akan pergi dan masyarakat akan kehilangan lapangan pekerjaan,” tutup Eko Rama.

AKAR Sultra menuntut Walikota Kendari untuk segera mengambil tindakan atas kasus ini dan memastikan bahwa investasi di Kota Kendari dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(red)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT EMS Bantah Tudingan Distribusi Solar Ilegal, Klaim Seluruh Izin Lengkap

11 September 2026 - 20:02 WITA

Dua Rumah di Muna Barat Terbakar, Terdengar Tiga Kali Ledakan dari Dapur

9 September 2026 - 12:02 WITA

Jatuh dari Pohon Enau Setinggi 8 Meter, Lansia di Barangka Mubar Tewas

7 September 2026 - 17:51 WITA

Sinergi PAAP dan Polairud Perkuat Pengawasan di Teluk Kulisusu 

6 September 2026 - 22:09 WITA

Toyota Yaris Tabrak Median Jalan di Konsel, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta

6 September 2026 - 12:38 WITA

Lansia yang Hilang di Hutan Tongkuno Muna Ditemukan Selamat, Tersesat Selama 3 Hari

6 September 2026 - 01:43 WITA

Trending di Daerah