KENDARI – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, didatangi massa simpatisan anggota DPR RI, Ridwan Bae, di kantornya di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Rabu, 28 Oktober 2026. Kedatangan massa tersebut dipicu polemik konten TikTok Ridwan Badallah yang dipersoalkan karena diduga menghina dan memfitnah Ridwan Bae.
Massa menyisir sejumlah ruangan di kantor Dinas Pariwisata Sultra untuk mencari Ridwan Badallah. Ia akhirnya ditemukan saat sedang mengikuti rapat daring atau Zoom Meeting bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan dinas tersebut.
Saat massa mendatanginya, Ridwan Badallah terlihat berlindung di balik seorang staf perempuan. Massa kemudian meminta pejabat tersebut memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas konten yang memicu polemik.
Persoalan itu bermula setelah Ridwan Bae melontarkan kritik kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka (ASR). Ridwan Bae meminta gubernur lebih sering turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan masyarakat, bukan hanya mengandalkan laporan dari jajaran pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ridwan Bae saat melaksanakan reses di Kabupaten Buton Tengah pada Senin (19/10/2026) dan kemudian menjadi perhatian publik setelah videonya beredar.
Dalam perkembangan berikutnya, Ridwan Badallah mengunggah konten melalui akun TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara, pada Senin, 26 Oktober 2026. Konten itu dipersoalkan karena memuat kata-kata seperti “dungu”, “hoaks”, dan “pencuri jati” yang disebut ditujukan kepada Ridwan Bae.
Unggahan tersebut memicu reaksi dari sejumlah masyarakat yang bersimpati kepada Ridwan Bae. Mereka mendatangi kantor Dinas Pariwisata Sultra untuk meminta Ridwan Badallah mempertanggungjawabkan pernyataannya.
Di hadapan massa, Ridwan Badallah akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Ia juga mengakui kekhilafannya dan menyatakan telah menghapus konten yang dipersoalkan dari akun TikTok miliknya.
“Saya mengucapkan permohonan maaf. Saya mengaku khilaf. Saya juga sudah menghapus konten di TikTok,” ujar Ridwan Badallah.
Salah seorang simpatisan Ridwan Bae, Jeams, mengatakan kedatangan mereka dilandasi empati terhadap anggota DPR RI tersebut. Ia menilai Ridwan Bae telah berkontribusi dalam membawa program pembangunan bagi masyarakat Sultra.
“Kita datang ke sini murni empati kita terhadap Pak Ridwan Bae. Karena dia adalah anggota DPR RI yang sudah banyak membawa program dalam membangun Sultra dan semua dirasakan masyarakat,” ujar Jeams saat diwawancarai di kantor Dinas Pariwisata Sultra.
Jeams juga melontarkan kritik terhadap Ridwan Badallah. Ia membandingkan kontribusi keduanya dalam pembangunan daerah.
“Ridwan Badallah ini banyak bicara, banyak omong tidak ada yang dilakukan untuk daerah kalau mau dibandingkan sama Pak Ridwan Bae,” pungkasnya.(red)


















