KENDARI – Jabatan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari resmi berganti. Capt Raman, M.M menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Wigyo, S.Sos., M.H melalui prosesi serah terima jabatan (Sertijab) yang digelar di halaman Kantor KSOP Kelas II Kendari, Senin, 26 Oktober 2026.
Capt Raman diketahui telah memimpin KSOP Kendari sejak 1 Februari 2024 hingga Oktober 2026 atau sekitar 2 tahun 8 bulan. Sementara penggantinya, Wigyo, sebelumnya menjabat sebagai PLT Kepala KSOP Kelas I Samarinda.
Pantauan di lokasi, halaman Kantor KSOP Kendari dibanjiri karangan bunga ucapan dari berbagai instansi terkait dan perusahaan mitra di wilayah kerja KSOP Kendari.
Dalam sambutan perpisahannya, Capt Raman menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran KSOP Kelas II Kendari atas dukungan dan kerja sama selama ia menjabat. Apresiasi juga ia sampaikan kepada para pihak ketiga dan pengguna jasa yang telah bersinergi dalam mendukung pelayanan kepelabuhanan di Kendari.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran KSOP Kendari atas segala dukungan, kerja sama, dan kebersamaan selama saya menjabat, termasuk kepada para pihak ketiga dan pengguna jasa,” ujar Capt Raman.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama memimpin terdapat kesalahan dan kekhilafan, baik dalam sikap, perkataan, maupun kebijakan.
“Saya juga memohon maaf jika selama memimpin ada kesalahan dan kekhilafan. Semoga kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga,” tuturnya.

Foto bersama Kepala KSOP Kendari yang lama Capt Raman dengan jajara staf. Foto: Penafaktual.com
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Kendari yang baru, Wigyo, meminta seluruh jajaran untuk merapatkan barisan guna menjaga kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan kinerja pelayanan kepelabuhanan.
Ia menegaskan dukungan seluruh personel menjadi kunci untuk meneruskan program kerja serta mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah dibangun pendahulunya.
“Saya mengapresiasi kepemimpinan dan prestasi yang telah ditorehkan Capt Rahman. Apa yang sudah dibangun selama ini merupakan fondasi yang kokoh untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di KSOP Kelas II Kendari,” ujar Wigyo.
Wigyo menilai pergantian pimpinan harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, bukan justru menciptakan sekat di lingkungan kerja.
Selama dipimpin Capt Raman, KSOP Kelas II Kendari mencatat sejumlah capaian signifikan.
Pertama, dari sisi penerimaan negara. KSOP Kendari membukukan PNBP sebesar Rp10,8 miliar pada 2024, melampaui target Rp10,2 miliar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Penerimaan itu berasal dari jasa kepelabuhanan, jasa sarana bantu navigasi pelayaran, serta jasa perkapalan dan kelautan.
Kedua, penguatan pengawasan logistik. KSOP Kendari mengaktifkan kembali sistem Single Truck Identification Data (STID) pada Januari 2026 untuk memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang di kawasan pelabuhan.
Ketiga, keselamatan pelayaran. Pengawasan keselamatan angkutan laut diperketat selama periode mudik Lebaran 2026 dengan menekankan kepatuhan terhadap kapasitas angkut kapal, pencegahan penumpang ilegal, serta koordinasi lintas instansi.
Wigyo menegaskan keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada sosok pemimpin, tetapi juga kekompakan personel.
“Mari kita rapatkan barisan. Dengan komunikasi yang baik, kolaborasi akan semakin kuat sehingga setiap tugas dapat dilaksanakan secara efektif dan bertanggung jawab,” jelasnya.
“Kita harus bergerak bersama. Dengan soliditas, koordinasi, dan komitmen yang sama, saya optimistis KSOP Kelas II Kendari dapat melanjutkan capaian yang sudah ada dan meningkatkan kinerja ke depan,” tandasnya.(red)

















