KENDARI –Seorang pria berinisial WR (47) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Diponegoro, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat.
Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas di luar rumah.
“Korban terakhir terlihat oleh penjaga toko sebelah pada Senin, 12 Oktober 2026,” kata Iptu Busran saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 1 x 24 jam sebelum ditemukan.
“Kondisi mayat korban telah membengkak dan mengeluarkan bau yang menyengat,” jelasnya.
Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan kolesterol yang dideritanya sejak sekitar satu tahun terakhir.
Penemuan jenazah tersebut bermula ketika kakak korban, Welson (46), bersama istrinya mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya setelah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah.
Sekitar pukul 07.40 Wita, keduanya tiba di lokasi dan berusaha membuka pintu kamar korban. Namun, pintu tersebut tidak dapat dibuka sehingga mereka meminta bantuan kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Kemaraya kemudian mendatangi lokasi dan berupaya membuka kamar tersebut. Setelah berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi terbaring di atas kasur.
“Korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan terbaring di atas kasur,” ujar Busran.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis berupa visum luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian WR karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi.
“Penyebab kematian tidak bisa dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam,” katanya.
Polisi menduga korban meninggal akibat gangguan pernapasan. Namun, kemungkinan penyebab lain, termasuk kondisi medis maupun paparan zat atau obat-obatan, belum dapat dipastikan.
“Diduga mati lemas karena kekurangan oksigen, kemungkinan karena penyakit atau keracunan zat atau obat-obatan,” pungkas Busran.(lin)

















