KENDARI – Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi (PPIT) Kementerian Perhubungan melakukan kunjungan kerja ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan infrastruktur transportasi melalui skema pembiayaan kreatif non-APBN.
Kegiatan yang berlangsung pada Agustus 2026 ini dilaksanakan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari.
Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Capt Rahman, M.M., mengatakan kegiatan dilakukan melalui diskusi dan kunjungan langsung ke sejumlah infrastruktur transportasi.
Tim meninjau sejumlah fasilitas transportasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui alternatif pembiayaan.
“Identifikasi kondisi di lapangan diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif,” kata Rahman.
Menurut Rahman, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memetakan potensi, kebutuhan, dan peluang pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Gambaran tersebut nantinya akan menjadi bahan dalam merumuskan peluang pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah.
Rahman menjelaskan, skema pembiayaan non-APBN diharapkan menjadi alternatif dalam pengembangan infrastruktur tanpa menambah beban terhadap anggaran negara.
Ia berharap sinergi antara PPIT, BPTD Sulawesi Tenggara, dan KSOP Kendari dapat mempercepat pengembangan infrastruktur transportasi secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Molawe, Capt. Marsri Tulak R., S.Si.T., M.Mar., M.Si., dan Kasi Kesyahbandaran Kelas I Molawe, Capt. Sorindra, S.H., M.M.
Keterlibatan KUPP Kelas I Molawe merupakan bagian dari koordinasi pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah Sulawesi Tenggara.(red)
















