Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 28 Jul 2026 20:12 WITA ·

Massa Kepung BSI Kendari! Proyek Alexandria Hills Disorot, Bank Dipaksa Tegaskan Sikap


 Puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah saat mendatangi Kantor BSI Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah saat mendatangi Kantor BSI Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Kendari menjadi sorotan setelah Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah mendatangi kantor bank tersebut pada Selasa, 28 Juli 2026.

Massa mendesak BSI menarik diri dari proyek Alexandria Hills tersebut dan memastikan tidak terlibat dalam aktivitas apa pun yang berkaitan dengan lahan yang masih bersengketa di Jalan Khairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu.

Aksi itu dipicu dugaan adanya aktivitas pembukaan lahan yang dikaitkan dengan pembiayaan perbankan.

Dugaan tersebut menguat setelah ditemukan atribut BSI di sekitar lokasi sengketa, sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai posisi bank dalam polemik tersebut.

Kuasa hukum Hj. Nurmina, Arwan Rakmin.,S.H.,M.H.,menyatakan pihaknya meminta klarifikasi langsung kepada BSI untuk memastikan tidak ada dukungan pembiayaan terhadap aktivitas di atas lahan yang masih dipersoalkan secara hukum.

“Kami meminta BSI bersikap netral dan tidak masuk dalam aktivitas apa pun yang berkaitan dengan objek sengketa sampai persoalan hukumnya benar-benar selesai,” tegas Arwan Rakim.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Cabang BSI Kendari, Irwanto Aziz, menegaskan bahwa BSI tidak pernah memberikan fasilitas pembiayaan untuk akuisisi lahan yang disengketakan.

“BSI tidak terlibat sama sekali dalam memfasilitasi pencairan pembiayaan terkait akuisisi lahan tersebut. Jika diperlukan, kami siap menuangkannya dalam berita acara sebagai bentuk penegasan,” ujar Irwanto.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan atribut atau umbul-umbul BSI di sekitar lokasi hanya merupakan bagian dari aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh mitra pengembang (developer), bukan indikasi keterlibatan bank dalam transaksi tanah yang disengketakan.

Meski menerima klarifikasi tersebut, pihak kuasa hukum Hj. Nurmina menegaskan akan terus mengawasi konsistensi sikap BSI agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi memengaruhi sengketa yang masih berjalan.

Dialog antara kedua pihak akhirnya ditutup dengan penandatanganan risalah pertemuan sebagai bentuk penegasan bahwa BSI tidak akan memberikan pembiayaan apapun pada pembangunan proyek Alexandria Hills. (red)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Land Clearing Proyek Alexandria Hills di Kendari Disorot HIPPMAKOT

26 Juli 2026 - 16:44 WITA

RDP Tak Kunjung Digelar, JANGKAR Sultra Pertanyakan Komitmen Pengawasan DPRD terhadap PT IPIP

23 Juli 2026 - 22:26 WITA

KASTARA Gelar Aksi Satir ‘Open Donasi Rp80 Ribu’, Sindir Kaburnya 11 Tahanan Polres Kolut

23 Juli 2026 - 22:16 WITA

Hari Anak Nasional 2026, Murid SDN 24 Kendari Apresiasi Program MBG dan Pelayanan Dapur Kendari Caddi 3

23 Juli 2026 - 12:52 WITA

Bank Sultra Jadi Motor Program KEJAR, 50.537 Rekening SimPel Dibuka untuk Siswa SD dan SMP Kendari

22 Juli 2026 - 19:13 WITA

Dugaan Operasi Tanpa PAK, CCC Minta Kementerian Kehutanan Verifikasi PT Fatwa Bumi Sejahtera

22 Juli 2026 - 17:09 WITA

Trending di News