KONAWE – Kebakaran yang melanda permukiman warga di Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, pada Selasa, 21 Juli 2026 sore mengakibatkan dua unit rumah terdampak dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita itu diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari rumah milik Rusiana (50). Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang keluar membeli tabung gas LPG sehingga tidak berada di lokasi ketika api mulai membesar.
Kapolsek Wawotobi, Ipda H. Sulaeman, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat kepulan asap dari bagian dapur rumah korban.
“Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya memadamkan api secara swadaya sambil menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Konawe,” ujarnya.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah milik Nurismi (44) yang berada di dekat lokasi kejadian. Sekitar pukul 15.30 Wita, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan bersama warga serta personel Polsek Wawotobi berhasil mengendalikan api.
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Kapolsek.
Akibat kebakaran tersebut, rumah Rusiana mengalami kerusakan berat beserta seluruh isinya. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta. Sementara itu, rumah Nurismi mengalami kerusakan pada sebagian bangunan dan sejumlah perabot rumah tangga ikut terbakar dengan nilai kerugian sekitar Rp30 juta.
Meski menyebabkan kerugian materi yang cukup besar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Usai kejadian, personel Polsek Wawotobi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan korban dan saksi, berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, serta mendata dampak kebakaran.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah untuk mencegah terjadinya kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan tidak menggunakan sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting,” pungkasnya. (lin)
















