Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 29 Mei 2026 07:09 WITA ·

Polresta Kendari Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis di BTN Djavino 7, Dua Pria Diamankan


 Lokasi perumahan Djavino Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Lokasi perumahan Djavino Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Satresnarkoba Polresta Kendari membongkar praktik pembuatan tembakau sintetis atau sinte di BTN Djavino 7, Kecamatan Baruga, Kendari. Dua pria berinisial MF (22) dan AD (25) diamankan dalam penggerebekan tersebut.

Kasat Resnarkoba Polresta Kendari, AKP Andi Musakkir Musni, mengatakan pengungkapan berawal dari laporan masyarakat.

“Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika jenis sinte di kawasan BTN Djavino 7,” ujarnya.

Penggerebekan dan Barang Bukti 

Petugas melakukan penyelidikan dan penggerebekan pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 11.30 WITA. Saat penggerebekan, polisi mengamankan MF di dalam rumah kawasan BTN Djavino 7 Blok C.

“Dari lokasi itu kami menemukan 14 paket sinte dengan berat bruto 12,66 gram dan 23 botol cairan sinte,” kata AKP Andi.

Petugas juga menyita daun tembakau kering, plastik kosong, serta alat pendukung pembuatan sinte.

Pengembangan kasus kemudian mengarah ke rumah AD di BTN Djavino 7 Blok A Nomor 26.

“Di lokasi tersebut kami menemukan alat peracik cairan sinte dan ratusan botol semprotan kosong,” ungkapnya.

Barang bukti lain yang disita meliputi alkohol 96 persen, gelas kimia, wadah plastik, alat pengaduk elektrik, serta dua telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi narkotika.

Peran Tersangka dan Modus Operandi

MF diduga berperan sebagai peracik sinte, sementara AD menyediakan lokasi untuk proses pembuatan.

“Bibit sinte dibeli melalui Instagram seharga Rp5 juta. Cairan sinte kemudian dikemas dalam botol semprot dan dijual dengan harga Rp500 ribu per botol,” jelas AKP Andi.

Menurut polisi, MF telah menjalankan bisnis ilegal tersebut sejak 2024.

“Tersangka mengaku belajar meracik sinte secara otodidak melalui internet,” katanya.

Saat ini, Satresnarkoba Polresta Kendari masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.(red)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Oknum Wartawan di Buton Ditangkap, Diduga Peras Sekda Rp5 Juta

6 November 2026 - 17:24 WITA

Loyalis Ridwan Bae Tolak Panggilan Klarifikasi Polisi, Bantah Ada Pengeroyokan Ridwan Badallah

5 November 2026 - 14:41 WITA

Dua Pria di Kendari Ditangkap Usia Diduga Curi Mangga Warga untuk Dijual 

5 November 2026 - 10:56 WITA

Suami di Buton Ditangkap Usai Diduga Bakar Motor Istri, Sempat Kabur Tiga Hari ke Hutan

5 November 2026 - 10:52 WITA

Kasus Penebangan Liar di Tahura Nipa-Nipa Mandek di Gakkum Kehutanan Kendari, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran

4 November 2026 - 11:32 WITA

Geger Kasus Penyadapan, Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka

3 November 2026 - 21:38 WITA

Trending di Hukrim