BUTON – Praktik perjudian togel di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, kembali dibongkar aparat kepolisian dalam rangka Operasi Pekat Anoa 2026. Empat pria yang diduga terlibat dalam jaringan perjudian tersebut diamankan polisi.
Keempat pelaku masing-masing berinisial FO (27), TA (34), LY (26), dan LF (63). Mereka merupakan warga Dusun Todanga, Desa Todanga, Kecamatan Kapuntori, Kabupaten Buton.
Penangkapan dilakukan Unit URC Satreskrim Polres Buton di Desa Todanga pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 Wita saat para pelaku diduga tengah melakukan transaksi togel.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengungkapkan bahwa tiga orang berperan sebagai pemasang togel, sedangkan satu lainnya diduga sebagai bandar.
“Modusnya menggunakan aplikasi WhatsApp untuk mengirim angka togel dan juga memakai kertas rekap nomor,” ujar Sunarton dalam keterangannya, Senin 26 Mei 2026.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp371 ribu, dua unit telepon genggam, kertas rekap nomor togel, serta saldo akun togel senilai Rp1,9 juta.
Menurut Sunarton, para pelaku telah diperiksa dan mengakui perbuatannya. Tiga orang kini ditahan di Rumah Tahanan Polres Buton guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara satu pelaku lainnya tidak ditahan lantaran kondisi kesehatan.
Polres Buton menegaskan penindakan terhadap penyakit masyarakat, termasuk perjudian, akan terus dilakukan selama Operasi Pekat Anoa 2026 berlangsung. (lin)

















