Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 20 Apr 2026 10:30 WITA ·

Kasus Tambang Pasir Ilegal di Sungai Konaweeha Mengemuka, Ampuh Sultra Desak Kepala BWS IV Kendari Diperiksa


 Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo. Foto: Istimewa Perbesar

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo. Foto: Istimewa

KENDARI – Kasus dugaan penambangan pasir ilegal di Sungai Konaweeha, Desa Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, memasuki babak baru. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk turut memeriksa Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kendari.

Desakan tersebut disampaikan karena Sungai Konaweeha merupakan wilayah yang berada dalam pengawasan BWS Wilayah IV Kendari.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan aktivitas tambang pasir ilegal yang diduga telah berlangsung di kawasan tersebut seharusnya tidak luput dari pengawasan pihak BWS.

“Kami menduga ada unsur pembiaran dari pihak BWS Wilayah IV Kendari, sehingga aktivitas penambangan pasir secara ilegal di Sungai Konaweeha dapat berjalan mulus selama ini,” ujar Hendro kepada media ini, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, pihaknya akan terus memberikan tekanan agar kepolisian segera memanggil dan memeriksa Kepala BWS Wilayah IV Kendari terkait dugaan pembiaran aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Ini juga harus diungkap, bagaimana mungkin kegiatan tambang pasir ilegal di Sungai Konaweeha sudah berjalan cukup lama tetapi tidak ada informasi dari BWS Wilayah IV Kendari. Padahal kegiatan itu masih masuk wilayah kerja mereka,” tegasnya.

Hendro menambahkan, hingga kasus dugaan tambang ilegal tersebut mencuat ke publik, pihak BWS Wilayah IV Kendari dinilai belum menunjukkan langkah konkret dengan turun langsung melakukan pemantauan di lokasi.

“Kasus ini juga bukan diungkap oleh BWS selaku instansi yang seharusnya melakukan pengawasan di wilayah Sungai Konaweeha,” tutupnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 58 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kasus Penebangan Liar di Tahura Nipa-Nipa Mandek di Gakkum Kehutanan Kendari, Warga Resah Pelaku Masih Berkeliaran

4 November 2026 - 11:32 WITA

Geger Kasus Penyadapan, Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka

3 November 2026 - 21:38 WITA

Perkelahian di RTH Papalimba Kendari, Sejumlah Pemuda Luka-luka dan Satu Motor Rusak

2 November 2026 - 17:28 WITA

Enam Pelajar Diamankan Usai Diduga Terlibat Tawuran di Kendari, Polisi Sita Ketapel dan Mata Busur

31 Oktober 2026 - 16:40 WITA

Dua Tahun Laporan Pembakaran Sarang Walet Mandek, Praka Tasmin Pertanyakan Kinerja Polsek Poasia

30 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Diduga Ada Penyimpangan Dana Penelitian Rp 50 Juta, Mahasiswa Desak Rektor UHO Evaluasi Dekan FISIP

30 Oktober 2026 - 13:12 WITA

Trending di Hukrim