BUTON SELATAN – Kericuhan pecah dalam acara joget yang digelar warga di Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Senin dini hari, 20 April 2026.
Insiden itu menyebabkan tiga pemuda mengalami luka, termasuk satu korban yang terkena tusukan senjata tajam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.20 Wita di lapangan voli Dusun Buku, Desa Wawoangi.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton, mengungkapkan bentrokan bermula saat acara joget masyarakat yang berlangsung sejak Minggu malam (19/4/2026) mendekati waktu berakhir.
“Namun menjelang berakhirnya acara joget tersebut, terjadi aksi atau perkelahian antar kelompok pemuda dari Dusun Pagala dan Saumolewa,” kata AKP Sunarton dalam keterangannya.
Akibat bentrokan itu, tiga orang menjadi korban penganiayaan. Korban pertama, Ahmad Alfatar (16), mengalami luka tusuk akibat serangan menggunakan sebilah badik.
Korban kedua, L.M. Aditya Yusma (20), mengalami luka robek di bagian belakang kepala. Sementara korban ketiga, Raditya (17), mengalami luka robek pada bagian pelipis.
Salah satu korban yang mengalami luka tusuk saat ini masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Sampolawa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Sampolawa menerima tiga laporan polisi dari para korban.
AKP Sunarton menjelaskan, Kapolsek Sampolawa segera berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Buton. Selanjutnya, Unit Resmob Satreskrim Polres Buton yang dipimpin langsung dirinya turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah pemuda yang diduga mengetahui maupun terlibat langsung dalam bentrokan antar kelompok tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan keterlibatan sejumlah orang sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan luka terhadap tiga korban,” ujarnya.
Polisi juga berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku penikaman yang sebelumnya sempat melarikan diri ke wilayah Kelurahan Lamangga, Kota Baubau.
Hingga Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita, penyidik telah mengidentifikasi dan mengamankan lima orang dari kedua kelompok yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.
Saat ini, pemeriksaan terhadap sejumlah pemuda lain masih terus dilakukan untuk mendalami peran masing-masing dalam kasus itu.
AKP Sunarton menegaskan, Polres Buton akan bertindak cepat terhadap setiap peristiwa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pada prinsipnya Polres Buton selalu bekerja sesuai SOP dan merespons cepat setiap kejadian yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Buton,” tegasnya.(lin)















