Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 2 Mar 2026 00:41 WITA ·

Derita Tukang Renovasi Madrasah di Bombana: Upah Tak Dibayar, Kontraktor Diduga Kabur


 Madrasah Ibtidayah (MI) Al-Istiqomah di Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Madrasah Ibtidayah (MI) Al-Istiqomah di Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana. Foto: Penafaktual.com

BOMBANA – Bayangkan, Anda telah bekerja keras selama 4 bulan, memeras keringat, menghabiskan waktu dan tenaga, namun upah Anda tak kunjung dibayar. Itulah yang dialami oleh para tukang yang bekerja di proyek Renovasi Madrasah Ibtidayah (MI) Al-Istiqomah di Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pekerjaan proyek Renovasi MI Al-Istiqomah Desa Tapuhaka dan beberapa madrasah lain di Sultra ini bersumber dari APBN dengan nilai Rp 21.556.917.000,- (Dua Puluh Satu Milliar Lima Ratus Lima Puluh Enam Juta Sembilan Ratus Tujuh Belas Ribu Rupiah). Proyek ini dikerjakan oleh PT Wirabaya Nusantara Permai, yang diduga telah melanggar aturan hukum dengan tidak membayar upah para tukang yang mengerjakan renovasi MI Al-Istiqomah Desa Tapuhaka.

Papan Proyek Renovasi Madrasah. Foto: Penafaktual.com

Mereka telah bekerja keras, menghabiskan keringat dan tenaga, untuk membangun sekolah yang akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak mereka. Namun, apa yang mereka dapatkan? Tidak ada. Tidak ada upah, tidak ada penghargaan, hanya kecewa dan kekecewaan.

Madam, Kepala Tukang, mengatakan, “Saya merasa dibohongi oleh kontraktor PT Wirabaya Nusantara Permai. Waktu dan tenaga habis, tapi upah saya belum dibayarkan. Sementara bangunan sekolah sudah siap dan selesai pembangunannya, tapi sampai saat ini kontraktor tidak hadir dan ditelepon via whatsapp pun tak di angkat”, kata Madam kecewa.

Asmin, warga lambale Kabaena Timur, juga merasa dibohongi oleh oknum kontraktor PT Wirabaya Nusantara Permai.

“Upah tukang sekitar 80 juta lebih dan harga pasir sekitar 20 juta dan sewa Scafolding sekitar 2 juta lebih. Semuanya belum dibayar. Sementara yang tangani (kontraktor) los kontak,” ujarnya.

Kepala MI Al-Istiqomah Tapuhaka, Darlia, juga menyoroti perilaku kontraktor PT Wirabaya Nusantara Permai yang tidak menepati janji dengan warga Kabaena Timur.

“Saya meminta dengan kerendahan hati agar segera diselesaikan dengan itikad baiknya,” katanya.

Sampai berita ini diterbitkan, Jurnalis Media Penafaktual.com telah berupaya menghubungi Kontraktor PT Wirabaya Nusantara Permai berkali-kali, namun tidak ada respons.(fan)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

PT Tiran Indonesia Perkuat Kebersamaan dan Sinergi melalui Buka Puasa Bersama

1 Maret 2026 - 23:11 WITA

Diduga Terlibat Balap Liar di Jalan Ring Road Kendari, 8 Motor Diamankan Polisi

1 Maret 2026 - 12:11 WITA

PT TAS Tak Bayar Pesangon Eks Pekerja, KSBSI: Hak Pekerja Tak Bisa Diabaikan!

28 Februari 2026 - 18:53 WITA

Alumni Unsultra Sebut Rektor Versi NA Banyak Timbulkan Masalah, Sebaiknya Mundur!

28 Februari 2026 - 09:25 WITA

Dugaan Pungli di Unsultra: Mahasiswa Dimintai Rp 20 Ribu untuk Urus Transkrip Nilai

27 Februari 2026 - 13:34 WITA

Kecelakaan di Wawonii Timur, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Truk

27 Februari 2026 - 13:15 WITA

Trending di Daerah