Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 16 Apr 2026 09:42 WITA ·

Arah Demokrasi Dinilai Melenceng, Pemuda Sultra Ini Beri Peringatan untuk Istana


 Wawan Seneangkano Perbesar

Wawan Seneangkano

KENDARI – Kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi Indonesia menguat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Arah kebijakan pemerintah dinilai kian menjauh dari semangat reformasi yang dulu diperjuangkan dengan darah dan air mata.

Salah satu pemuda asal Sulawesi Tenggara, Wawan Soneangkano, menilai demokrasi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, arah bangsa justru terasa semakin jauh dari cita-cita reformasi,” katanya.
Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah disebut mempersempit ruang demokrasi. Suara masyarakat sipil, akademisi, hingga aktivis kerap tidak diakomodasi secara terbuka.

Dalam beberapa kasus, kritik yang disampaikan justru dihadapkan pada tekanan yang mengarah pada pembungkaman halus. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa kritik tidak lagi dipandang sebagai bagian dari demokrasi, melainkan sebagai ancaman terhadap stabilitas kekuasaan.

Wawan juga menyoroti program-program yang diklaim pro-rakyat namun minim transparansi dan partisipasi publik.

“Program-program itu lebih menyerupai proyek kekuasaan daripada solusi nyata,” ujarnya.

Ia mempertanyakan, “Sebenarnya, Presiden mengeluarkan program ini untuk rakyat, atau untuk segelintir kepentingan para elite politik?”

Lebih mengkhawatirkan lagi, kritik kini seperti menjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Suara-suara yang berbeda dengan kebijakan pemerintah pelan-pelan disisihkan. Tidak selalu dengan cara kasar, tetapi cukup efektif untuk membuat orang berpikir dua kali sebelum bersuara. Ini bukan lagi negara demokrasi yang sehat, tapi tanda-tanda demokrasi yang mulai dikendalikan dengan kekuasaan,” kata alumni Universitas Halu Oleo itu.

Wawan menambahkan, kekuasaan di era kepemimpinan Prabowo Subianto tampak semakin terkonsentrasi. Lembaga yang seharusnya menjadi pengimbang justru terlihat kehilangan tajinya. Fungsi kontrol melemah, sementara keputusan-keputusan besar berjalan tanpa pengawasan yang kuat.

“Ini adalah jalan cepat menuju penyalahgunaan kekuasaan atau kehancuran negara Indonesia,” tegasnya.

Menurut Wawan, politik hari ini terasa semakin transaksional. Dukungan tidak lagi dibangun atas dasar gagasan, melainkan kepentingan.

“Rakyat hanya menjadi angka dalam perhitungan politik, bukan subjek yang benar-benar diperjuangkan,” ucapnya.

Ia menegaskan, pernyataan ini bukan sekadar kritik, melainkan peringatan untuk Istana agar kekuasaan dapat berbenah.

“Kita tidak ingin negara demokrasi yang sudah diperjuangkan dengan darah dan air mata oleh para pendahulu kita hancur dalam satu malam karena ego kekuasaan dan kepentingan pribadi,” katanya.

Wawan mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, era kepemimpinan Prabowo hanya akan meninggalkan catatan buruk.

“Yang akan hilang bukan hanya kualitas demokrasi, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara. Ketika kepercayaan itu runtuh, yang tersisa hanyalah jarak—antara pemerintah dan rakyatnya sendiri,” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis bernama Andrie Yunus.

“Ini bukan kali pertama terjadi pada aktivis. Kalau negara tidak melakukan penindakan serius, saya yakin pasti akan terjadi lagi. Saya anggap ini bagian dari kriminalisasi dan pembungkaman hak kebebasan berdemokrasi,” kata Wawan.

Selain itu, Ia juga mengkritik program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya tidak proporsional.

“Saya menduga program ini hanya upaya para elite politik untuk mengelabui rakyat dari tindakan korupsi uang negara. Pengungkapan harus benar-benar transparan. Siapa dalangnya dan apa motifnya? Sampai di mana keberhasilan Prabowo terhadap program MBG ini, dan sudah berapa besar dampak positifnya untuk rakyat Indonesia?” pungkasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mobil Hangus Terbakar di Wakorumba Utara Butur, Kerugian Capai Rp100 Juta

25 Juli 2026 - 10:29 WITA

Kantor Desa Marombo Pantai Konawe Utara Disegel Warga, Kades Dituntut Mundur Gegara Dana Lahan Tambang

24 Juli 2026 - 15:01 WITA

Dukung Program MUI, Bank Sultra Serahkan Bantuan Operasional Rp200 Juta di Kendari

22 Juli 2026 - 14:07 WITA

Umar Bonte Soroti Vakumnya Koordinasi DPD RI dengan Pemprov Sultra

22 Juli 2026 - 11:51 WITA

Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, Muh Saleh: Tak Ada Sekat Jabatan, Semua Satu Keluarga!

19 Juli 2026 - 22:02 WITA

DPRD Sultra Diminta Bongkar Soal Transportasi Bandara Halu Oleo dan Peran Lanud

19 Juli 2026 - 21:53 WITA

Trending di Daerah