Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah · 13 Jan 2026 17:58 WITA ·

Polemik Akses Trasnportasi, Sudiami Sentil Pemda Bombana: Masyarakat Kabaena Jangan Dianaktirikan!


 Sudiami, Anggota DPRD Bombana Dapil V Pulau Kabaena. Foto: Penafaktual.com Perbesar

Sudiami, Anggota DPRD Bombana Dapil V Pulau Kabaena. Foto: Penafaktual.com

BOMBANA – Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana – Masyarakat Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mengeluhkan masalah akses transportasi yang sangat buruk. Rute laut Dongkala-Kasipute hampir tidak ada, bahkan sulit sekali mengakses transportasi.

“Sangat sulit, bahkan hampir tidak ada transportasi laut dari Kabaena ke Kasipute. Kalaupun ada ferry, hanya dua kali pelayaran dalam seminggu dan sekali seminggu pelayaran Kasipute-Dongkala terusan Bau Bau,” demikian komentar salah satu akun Facebook di Group BOMBANA BERKOMENTAR.

Sementara, Kasipute-Tontonunu difasilitasi DAMRI rute darat yang diresmikan Bupati Bombana Burhanuddin, dan rute Kasipute-Kendari juga difasilitasi Damri. Kedua rute itu telah diresmikan Bupati Bombana pada Sabtu, 10 Januari 2025.

Saat ini, situasi semakin sulit karena ferry yang biasanya melayani rute Pising-Kasipute dan Kasipute-Dongkala sedang berhenti beroperasi karena perbaikan atau dokking. Pemerintah Daerah Bombana diminta untuk segera mencari solusi dan meningkatkan akses transportasi di Pulau Kabaena

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Bombana, Sudiami, dari Pulau Kabaena, angkat bicara.

“Pemda Bombana tak boleh menganaktirikan masyarakat Kabaena. Ini harus dipikirkan dan dicarikan solusi agar masyarakat Kabaena juga merasakan akses transportasi yang memadai,” tegasnya.

Sudiami yang merupakan politisi PKS menjelaskan bahwa masyarakat Kabaena telah lama menantikan perbaikan akses transportasi yang lebih baik, namun hingga saat ini masih belum ada perubahan signifikan.

“Masyarakat bagian timur Kepulauan Kabaena sangat merasakan kesulitan transportasi ke Kasipute. Mereka harus kembali membelah gunung Kabaena menuju Tanjung Pissing, dengan jalan yang rusak dan jarak tempuh 1 jam 30 menit,” tambahnya.

Sudiami juga menyoroti biaya yang harus dikeluarkan masyarakat Kabaena untuk mengakses transportasi.

Kasian masyarakat, tenaga dan biaya terkuras habis, mereka harus peras kantong beberapa untuk ongkos lintas darat dan ongkos lintas lautnya”, tukasnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 478 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Sat Lantas Polres Buton Tengah Akan Gelar Operasi Patuh Anoa 2026 Mulai 26 Oktober

24 Oktober 2026 - 09:33 WITA

Polres Muna Bakal Gelar Operasi Patuh Anoa, Ini 10 Sasaran Prioritas yang Wajib Diketahui Pengendara

22 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas di Check Dam Tambang UBPN Kolaka

20 Oktober 2026 - 16:38 WITA

Diungkap Warga, Oknum Anggota DPRD Konsel Ternyata Pernah Bisniskan Alat Berat di PT GAP

17 Oktober 2026 - 11:43 WITA

Kecelakaan Maut di Moramo Konsel, Petani Asal Kolono Tewas Terlindas Truk

17 Oktober 2026 - 10:43 WITA

Truk Tangki Solar Kecelakaan di Bombana, Pengemudi Diduga Meninggal Dunia

15 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Trending di Daerah