Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 17 Des 2025 11:27 WITA ·

BDM Divonis 5 Tahun oleh PN Kendari, Kuasa Hukum Soroti Visum yang Tak Ditunjukkan


 Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Dermawan. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Dermawan. Foto: Istimewa

KENDARI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjatuhkan vonis lima (5) tahun penjara kepada BDM terdakwa kasus pencabulan anak.

Pembacaan vonis tersebut dibacakan dalam sidang putusan oleh Ketua Majelis Hakim PN Kendari, Frans Wempie Supit, disaksikan dua anggota Majelis Hakim, terdakwa, dan keluarga terdakwa, Senin, 15 Desember 2025.

Dengan hasil putusan itu, Kuasa Hukum BDM, Andri Darmawan mengatakan akan mengajukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Sultra.

“Kita akan banding setelah Majelis Hakim memvonis terdakwa lima tahun penjara,” kata dia, Selasa, 16 Desember 2025.

Menurut Andri Darmawan, pengajuan banding PT Sultra tersebut, didasarkan beberapa hal, diantaranya dalam proses sidang sebenarnya banyak fakta yang meringankan kliennya.

Namun, dalam putusan akhir, justru Majelis Hakim memvonis bersalah kliennya, hanya karena berdasarkan keterangan anak yang tidak disumpah, dan mengabaikan kesaksian saksi yang dihadirkan.

Misalnya, saksi dari penyelenggara pengajian di rumah salah satu calon Bupati Konawe, tempat atau lokasi terjadinya pencabulan.

Kata Andri, dalam kesaksiannya, saksi tersebut menyatakan waktu kejadian dalam suasana ramai, dan tidak ada yang melihat terdakwa melakukan pencabulan sebagaimana yang disangkakan.

Kemudian, adanya pernyataan berbeda oleh korban pencabulan di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan waktu korban bersaksi di pengadilan.

“Waktu di BAP dia (korban) tidak ada mengatakan adanya tonjolan atau melihat klien kami membuka resleting celananya saat korban dipangku. Tapi, pernyataan berbeda diutarakan ketika sidang, korban menyebut bahwa dia merasakan ada tonjolan,” tutur Andri.

Selanjutnya, hal yang mencengangkan, lanjut Andri bukti visum korban yang dikeluarkan Rumah Sakit Umum (RSU) Bhayangkara Kendari, tidak dimunculkan di persidangan.

Padahal pihaknya sudah menyurat ke RSU Bhayangkara Kendari meminta bukti visum akan tetapi tidak ditanggapi, lalu meminta Jaksa untuk menghadirkan bukti visum juga tidak lakukan.

Terakhir, pihak terdakwa meminta Majelis Hakim agar bukti visum dihadirkan di dalam sidang, sesuai kewenangan Majelis Hakim yang diatur dalam Pasal 180 ayat (1) KUHAP, namun tak diindahkan.

“Ini sebenarnya ada kejadian lain, ketika visum dimunculkan akan meruntuhkan dakwaan Jaksa terkait dengan pelecehan tersebut, dan itu terungkap di dalam hasil visum itu. Hanya sayangnya hasil visum itu disembunyikan mulai dari Kepolisian, Jaksa, maupun Hakim,” tegas Andri.

“Ini menunjukkan persekongkolan yang luar biasa dari Kepolisian, Jaksa dan Hakim untuk menyembunyikan fakta sebenarnya di hasil visum. Sehingga saya katakan lagi-lagi ini merupakan peradilan sesat,” tutup Andri Darmawan.(red)

Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Perkara Uang Rp 200 Ribu, Pria di Kendari Tusuk Leher Rekannya dengan Pisau

6 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Kasus Dugaan Korupsi Ornamen Gerbang Kendari-Toronipa Rp32,8 Miliar Masih Mandek, Publik Tagih Kepastian Hukum

6 Agustus 2026 - 12:40 WITA

LMND Duga Bupati Bombana Terima Suap dari PT SIP

5 Agustus 2026 - 21:22 WITA

Pria di Kendari Ditangkap Usai Curi Ponsel, Hasil Kejahatan Dipakai Beli Sabu

5 Agustus 2026 - 15:08 WITA

Polda Sultra Bakar 5,4 Kilogram Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus Maret–Juli 2026

5 Agustus 2026 - 14:46 WITA

Bobol Kios Pakai Besi Ulir, Pria di Kendari Gagal Beraksi Usai Dipergoki Warga

4 Agustus 2026 - 23:21 WITA

Trending di Hukrim