PENAFAKTUAL.COM – Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk memprioritaskan keamanan dan keselamatan warga di Jembatan Teluk Kendari (JTK) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Permintaan ini disampaikan menyusul banyaknya kasus bunuh diri di jembatan tersebut.
Menurut Dewan Pembina AP2, La Ode Hasanuddin Kansi, anggaran perawatan JTK yang mencapai Rp10 miliar lebih di tahun ini seharusnya tidak hanya digunakan untuk pemeliharaan jembatan saja.
“Kami berharap BPJN tidak hanya fokus pada kesehatan jembatan, tapi juga memprioritaskan keselamatan masyarakat,” kata Hasan.
Ia mencontohkan Jembatan Surabaya-Madura yang memiliki sistem keamanan yang baik dan tidak ada kasus bunuh diri di sana.
“Di Jembatan Teluk Kendari, kita perlu melakukan hal yang sama untuk mencegah terjadinya korban jiwa lagi,” ungkapnya.
Hasan meminta BPJN untuk menganggarkan sistem keamanan yang efektif untuk mencegah percobaan bunuh diri di jembatan tersebut.
“Minimal kita bisa memasang kaca tebal untuk mencegah masyarakat melompat,” pintanya.
Dengan demikian, Hasan berharap BPJN dapat mengalokasikan anggaran untuk pengamanan jembatan dan mencegah terjadinya korban jiwa lagi di masa depan.(hsn)