Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 14 Apr 2025 23:35 WITA ·

Dampak Buruk Penambangan PT SCM di Konawe Utara


 Samir, S.Ip, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa Perbesar

Samir, S.Ip, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Utara. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Samir, S.Ip., menanggapi komentar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, terkait penambangan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang dianggap menjadi salah satu penyebab banjir di Sambandete, Kecamatan Oheo.

Menurut Samir, kehadiran PT SCM telah memberikan dampak buruk pada pencemaran lingkungan, terutama pada Sungai Lalindu.

Pasalnya, buangan limbah PT SCM masuk ke kali dan terus mengalir ke Sungai Lalindu, sehingga merusak ekosistem dan habitat makhluk hidup di sungai tersebut.

“Hari ini saya sikapi PT SCM. Saya ini orang Wiwirano. Dulu orang tua kita cari ikan di sungai Lalindu. Airnya jernih, hasil tangkapan ikan melimpah. Sekarang yang terjadi air sungai sudah berubah jadi lumpur merah, dan sekarang keluarga kita sudah tidak bisa lagi cari ikan di sungai itu. Hilang mata pencaharian warga,” ungkap Samir.

Selain itu, penambangan nikel PT SCM menjadi faktor besar terjadinya pendangkalan sungai, seperti di Sungai Lalindu yang menghubungkan sungai wilayah Oheo hingga Walsolo.

“Apa yang terjadi sekarang? Jembatan penghubung antar desa masyarakat di Padalere Utama yang membentang di sungai lalindu hitungan satu jam saja kalau hujan langsung tenggelam, karena terjadi pendangkalan sungai. Dampak buruknya masyarakat terisolasi, dan rawan menimbulkan korban jiwa,” katanya dengan nada tinggi.

Tak hanya itu, dampak lain yang menjadi momok menakutkan adalah banjir. Kondisi ini menyebabkan jembatan penghubung antar desa masyarakat di Padalere Utama yang membentang di Sungai Lalindu tenggelam dalam hitungan satu jam saja jika hujan, sehingga masyarakat terisolasi dan rawan menimbulkan korban jiwa.

Samir menuntut PT SCM untuk bertanggung jawab atas dampak yang telah terjadi akibat kegiatan penambangannya.

“PT SCM harus bertanggung jawab. Ini produksi kegiatannya akan terus bertambah, masyarakat mi tambah hancur,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa produksi kegiatan PT SCM akan terus bertambah, sehingga masyarakat akan semakin hancur jika tidak ada tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini.

Kondisi saat ini juga berdampak pada rusaknya objek wisata yang ada di wilayah Kecamatan Wiwirano dan sekitarnya, seperti Wisata Molora.

“Masyarakat, termasuk saya ini orang dari sana Lamonae sangat rasakan sekali ini dampaknya,” ungkapnya.

Samir menyatakan bahwa masyarakat, termasuk dirinya sendiri, sangat merasakan dampak dari kegiatan penambangan PT SCM.

Anggota DPRD empat periode yang membidangi soal amdal ini juga mengatakan, realita yang terjadi saat ini jika hujan mengguyur hanya hitungan 1 jam Konawe Utara sudah banjir. Air sungai memerah bercampur lumpur dari aktifitas penambangan, diantaranya PT SCM.

“Semakin ke sini semakin parah. Inilah kenapa di Sambandete cepat naik air kejalan, karena ini semua berhubungan. Termasuk kuratua itu akan tenggelam, tutupnya.(red)

Artikel ini telah dibaca 324 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

HIPPMA-NAB Minta Publik Hormati Klarifikasi SPBUN Jompi Jaya Sentosa

20 September 2026 - 21:48 WITA

DPW dan 9 DPD Pemuda LIRA Sultra Resmi Dilantik, Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

20 September 2026 - 18:07 WITA

Anggota DPRD Bombana Sudiami Dukung Penuh Pembangunan KNMP di Kabaena

20 September 2026 - 07:59 WITA

PT GAP Apresiasi Aksi Bersih Pantai dan Tanam Mangrove KUPP Lapuko di Moramo

17 September 2026 - 13:41 WITA

PT EMS Bantah Tudingan Distribusi Solar Ilegal, Klaim Seluruh Izin Lengkap

11 September 2026 - 20:02 WITA

Dua Rumah di Muna Barat Terbakar, Terdengar Tiga Kali Ledakan dari Dapur

9 September 2026 - 12:02 WITA

Trending di Daerah