Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 8 Jan 2025 00:20 WITA ·

Usai Demo, KPMD Malah Tak Hadiri RDP Dugaan Pelanggaran SPBU PT Fahri


 DPRD Sultra melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan SPBU PT Fahri Pratama Energi yang beroperasi di Desa Ngapali Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa  Perbesar

DPRD Sultra melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan SPBU PT Fahri Pratama Energi yang beroperasi di Desa Ngapali Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Aksi demonstrasi pekan lalu yang digelar Konsorsium Pemerhati Daerah (KMPD) digedung DPRD Sultra telah ditindaklanjuti hari ini dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, pihak pendemo justru tidak menghadiri yang digelar RDP, Selasa, 7 Januari 2025. Atas pengabaian ini, salah satu anggota DPRD Sultra Suwandi Andi naik pitam.

“Saya sudah empat periode diberikan amanah menjadi wakil rakyat di DPRD Sultra tapi baru kali ini merasa dipecundangi pihak pengadu. Kami di Komisi III sudah menghadirkan pihak terkait seperti ESDM, Pertamina dan pihak pengelola SPBU tapi justru adik-adik yang demo yang tidak hadir,” ujarnya dengan nada kesal.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan agar saling menghormati. “Kami ini sudah bekerja memfasilitasi semua aduan dan bahkan kami di Komisi III hadir tepat waktu. Kami berharap jangan terulang pengabaian seperti ini,” katanya dengan nada kesal.

Untuk diketahui, agenda RDP yang dijadwalkan Komisi III menindaklanjuti aksi demonstrasi puluhan massa yang mengatasnamakan KMPD. Lembaga ini menyoroti salah satu SPBU yang beroperasi di Desa Ngapali Kolono Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Pihak dewan sudah menghadirkan Direktur SPBU PT Fahri Pratama Energi dan perwakilan Pertamina dan ESDM.

Dalam RDP tersebut berjalan lancar. Bahkan tuduhan pihak pendemo tidak benar. Penjelasan penanggung jawab SPBU bahwa pihaknya baru beroperasi empat bulan lalu.

“Kami melayani dua Kecamatan di Konsel yakni Kecamatan Kolono dan Kolono Timur dengan dua jenis BBM yakni Pertamax dan Bio Solar. Untuk Pertalite belum ada.  Prioritas pelayanan adalah nelayan dan petani dengan menggunakan jerigen. Alhamdulillah kuota perbulan dari Pertamina sebanyak 30 ribu liter perbulan sudah berjalan normal mulai Januari 2025 ini.

RDP tersebut dipimpin H Abdul Halik yang juga dihadiri ketua Komisi III Hj Sulaeha Sanusi dan beberapa anggota Komisi III.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Empat Calon Sekda Bombana Jalani Uji Kompetensi

16 April 2026 - 10:07 WITA

Arah Demokrasi Dinilai Melenceng, Pemuda Sultra Ini Beri Peringatan untuk Istana

16 April 2026 - 09:42 WITA

Unsultra Lepas 247 Wisudawan, Rektor Jamhir Ingatkan Lulusan Jangan Takut Gagal

15 April 2026 - 17:49 WITA

Rumah Petani di Konawe Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp180 Juta

14 April 2026 - 18:48 WITA

Tragis, Dua Warga Konawe Utara Tewas Disambar Petir di Pantai

14 April 2026 - 13:41 WITA

Geger! Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun Warga Konawe, Terdapat Luka di Kepala

14 April 2026 - 11:39 WITA

Trending di Daerah