Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 2 Okt 2024 08:11 WITA ·

Laka Kerja, Truck Bermuatan Ore Nikel Terbalik di Hauling PT IBM Site PT Hillcon


 Laka Kerja, Truck Bermuatan Ore Nikel Terbalik di Hauling PT IBM Site PT Hillcon Perbesar

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Lagi-lagi kecelakaan kerja kembali terjadi di Sulawesi Tenggara. Terkhusus di Kabupaten Konawe Utara (Konut) angka kecelakaan kerja terbilang tinggi bersaing dengan Kabupaten Konawe berdasarkan data Disnakertrans Sultra.

Terbaru, kecelakaan kerja terjadi di PT Hillcon. Sontak kabar tersebut beredar di group-group WhatsApp, Minggu, 29 September 2024.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, kejadian tersebut terjadi di PT IBM site PT Hillcon.

Selain itu media ini juga menerima foto dan video peristiwa yang memperlihatkan sebuah Dump Truck (DT) bermuatan ore nikel terbalik di jalan hauling.

“Dia meluncur itu di,” ujar pria dalam video.

Terkait kabar tersebut media ini telah mengkonfirmasi kepada Kapolsek Wiwirano Ipda German Seron, namun tidak bisa memberikan keterangan.

“Sekarang satu pintu, keterangan lewat Humas Polres,” ujarnya via pesan WhatsApp.

Sementara itu Kasubsi Humas Polres Konut, Bripka Muhammad Iqbal yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp belum mengetahui persoalan tersebut.

“Siap, kejadian di mana ini, maaf kami belum ada info, kami baru monitor juga soalnya masih sakit,” jelasnya, Senin 30 September 2024.

Menanggapi hal tersebut Kadisnakertrans Sultra LM Ali Haswandi melalui Staf Binwasnaker dan K3, Asnia Nidi mengatakan sejauh ini belum ada laporan dari pihak PT Hillcon terkait peristiwa kecelakaan kerja tersebut.

“Belum ada laporan,” ujarnya, Selasa 1 Oktober 2024.

Pihaknya juga mengungkapkan berdasarkan aturan setiap peristiwa kecelakaan kerja, pihak perusahaan wajib melaporkan hal tersebut.

“Apabila kecelakaan tersebut mengakibatkan korban mengalami cacat atau memiliki penyakit, perusahaan juga wajib melaporkan kecelakaan serta dampaknya tidak lebih dari 2×24 jam setelah pekerja dinyatakan mengalami penyakit, cacat, atau meninggal dunia,” ungkapnya.

Hal tersebut berdasarkan Pasal 11 Ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1971, pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya, pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga kerja.

“Serta diatur juga dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: Per.03/Men/1998 tentang tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika pihak perusahaan tidak melaporkan kecelakaan kerja yang terjadi maka akan ada sanksi yang diberikan.

“Ada, sanksi, berdasarkan Pasal 15 Juncto pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970,” tutupnya.

Media ini juga masih berusaha mengkonfirmasi ke pihak PT IBM dan PT Hillcon namun hingga berita ini ditayangkan belum memberikan keterangan resmi

Untuk diketahui PT Hillcon merupakan JO eksklusif dari PT IBM, lokasinya di Desa Tambakua, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara.(hsn)

Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Libatkan Anggota DPRD Sultra, Kasus Dugaan Tambang Tanpa IUJP di Moramo Utara Masuk Tahap Penelitian Jaksa

24 Oktober 2026 - 12:53 WITA

Operasi Sarang Narkoba di Muna, Pemuda 19 Tahun Diamankan Bersama Sabu 4 Gram

24 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Potong Selang Tangki Pikap untuk Curi Pertalite, Pria Pengangguran di Kendari Dibekuk Polisi

23 Oktober 2026 - 14:10 WITA

Kejari Kendari Musnahkan 1,8 Kg Sabu dan Ganja, 15 Senjata Tajam Ikut Dibakar

23 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Berulang Kali Disorot, PERMAHI Desak Evaluasi Total SPBU PT Silfianda Energy di Muna!

23 Oktober 2026 - 08:58 WITA

Laporkan ASGA Group ke Ditjen Migas, AP2 Indonesia Minta Evaluasi Total hingga Pencabutan Izin

23 Oktober 2026 - 08:26 WITA

Trending di Hukrim