Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 9 Sep 2026 14:05 WITA ·

Wisuda XXXV Unsultra 2026: 672 Lulusan Dikukuhkan, Rektor Titip Tiga Pesan Penting


 Rektor Unsultra, Prof. Dr. Emg, Jamhir Safani, S.Si., M. Si. saat menyalamai salah satu wisudawan pada Wisuda Sarjana XXXV di Hotel Claro Kendari, Rabu, 9 September 2026.Foto: Panafaktual.com Perbesar

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Emg, Jamhir Safani, S.Si., M. Si. saat menyalamai salah satu wisudawan pada Wisuda Sarjana XXXV di Hotel Claro Kendari, Rabu, 9 September 2026.Foto: Panafaktual.com

KENDARI – Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali mengukuhkan ratusan lulusan melalui Wisuda Sarjana XXXV dan Pascasarjana X Tahun 2026 yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari, Rabu, 9 September 2026.

Sebanyak 672 lulusan mengikuti prosesi wisuda tersebut. Ratusan lulusan itu terdiri atas 646 sarjana strata satu (S1) dan 26 magister (S2).

Para lulusan berasal dari berbagai program studi di lingkungan Unsultra. Di antaranya, Teknik Sipil 61 orang, Teknik Mesin 2 orang, Teknik Pertambangan 14 orang, Teknologi Hasil Pertanian 5 orang, Peternakan 7 orang, Agribisnis 5 orang, Ilmu Hukum 264 orang, Ilmu Pemerintahan 98 orang, Manajemen 50 orang, Kewirausahaan 40 orang, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 104 orang, serta Pascasarjana/Magister Umum 15 orang.

Prosesi wisuda tersebut dihadiri jajaran Senat Unsultra, Rektor Unsultra Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, S.Si., M.Si., Ketua Dewan Pembina Unsultra Dr. H. Nur Alam, S.E., M.Si., serta unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Rektor Unsultra Jamhir Safani mengatakan, prosesi wisuda bukan menjadi akhir dari perjalanan pendidikan para mahasiswa, melainkan pintu masuk menuju kehidupan yang sesungguhnya.

Ia mengingatkan para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global yang semakin dinamis.

“Di tengah era disrupsi teknologi, tantangan teknologi global sudah menunggu kalian,” kata Jamhir.

Di hadapan ratusan wisudawan, Jamhir menyampaikan tiga pesan yang dinilai penting sebagai bekal sebelum para lulusan terjun ke tengah masyarakat.

Pesan pertama adalah menjaga integritas. Ia meminta para alumni tetap menjadi pribadi yang jujur dan profesional meski berada di tengah lingkungan yang menawarkan berbagai jalan pintas.

Pesan kedua, terus belajar dan mampu beradaptasi. Jamhir menilai ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah akan terus berkembang seiring perubahan zaman.

Karena itu, menurut dia, kemampuan untuk belajar dan menyesuaikan diri menjadi modal penting bagi para alumni dalam menghadapi perubahan.

“Lihat apa yang dikatakan orang lain, jangan lihat siapa yang mengatakan. Selama baik, ambillah semua pelajaran dan pesan penting yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pesan ketiga, menjadi bagian dari solusi. Jamhir meminta para lulusan tidak hanya menjadi penonton ketika berada di tengah masyarakat.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unsultra dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi penonton di tengah masyarakat. Gunakan ilmu untuk menyelesaikan masalah, sekecil apa pun itu,” tegasnya.

Jamhir juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Unsultra. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh dosen yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Unsultra, Nur Alam, dalam orasinya mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar.

Menurutnya, dunia nyata akan menghadirkan persoalan yang jauh lebih kompleks dibandingkan persoalan yang dihadapi mahasiswa selama berada di bangku kuliah.

“Di dunia nyata, Saudara akan menemukan persoalan yang jauh lebih sulit. Tidak ada pilihan A, B, C, atau D, tidak ada dosen yang membenarkan, dan tidak ada buku yang selalu memberi jawaban,” ujar Nur Alam.

Ia menekankan bahwa para lulusan harus mampu mengambil keputusan, berpikir kritis, serta bertanggung jawab atas pilihan yang diambil ketika nantinya memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran Nur Alam dalam prosesi wisuda tersebut juga diwarnai perjuangan perjalanan dari Jakarta menuju Kendari.

Sebelumnya, Nur Alam berada di Jakarta. Namun, akibat kendala penerbangan dan penutupan operasional di Bandara Soekarno-Hatta, ia harus menempuh perjalanan darat melalui tol hingga Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Halu Oleo, Kendari.

Perjalanan tersebut ditempuh selama kurang lebih 24 jam. Meski demikian, Nur Alam tetap berupaya hadir untuk memberikan orasi di hadapan para wisudawan Unsultra. (lin)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Buka Suara! Ini Penjelasan Asga Group Soal Karyawan yang Meninggal

8 September 2026 - 20:19 WITA

Samsat Kendari Sasar Penunggak Pajak, Razia Digelar di 8 Titik Selama Empat Hari

7 September 2026 - 15:56 WITA

Sinergi TNI, Polri, Damkar, dan Masyarakat Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Nanga-Nanga Kendari

6 September 2026 - 21:58 WITA

KUPP Molawe Serahkan Sertifikat E-Pas Kecil kepada Nelayan Konawe Utara

4 September 2026 - 18:58 WITA

Aktivitas PT Integra Mining Disorot, JANGKAR Desak Kejati Sultra Periksa Direksi

3 September 2026 - 17:42 WITA

UPP Molawe Ingatkan Pegawai Terus Edukasi Masyarakat soal Keselamatan Pelayaran

2 September 2026 - 10:20 WITA

Trending di News