Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 3 Jun 2026 21:22 WITA ·

Warga Moasi Segel Balai Desa, Minta Pemkab Muna Turun Tangan Sebelum Konflik Meluas


 Balai Desa Moasi disegel warga. Foto: Istimewa Perbesar

Balai Desa Moasi disegel warga. Foto: Istimewa

MUNA – Rabu, 3 Juni 2026 pagi suasana Balai Desa Moasi, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna berbeda. Pintunya tak lagi bisa dibuka. Selembar papan kayu dipaku melintang, dan di atasnya tertulis tebal dengan piloks hitam: “Balai Desa Moasi Disegel”.

Segel kayu itu bukan hiasan. Itu bentuk protes warga atas janji Dana Desa DD 2025 yang belum ditepati.

“Kandang Ada, Ayamnya Mana?”
Suwadhi Sadam Sirayt menunjuk kandang kosong di sudut desa. Itu satu-satunya wujud dari anggaran ketahanan pangan 2025 berupa pengadaan ayam petelur.

“Anggaran ketahanan pangan di Desa Moasi tahun 2025 itu, salah satunya pengadaan ayam petelur. Tapi sampai sekarang ayamnya belum ada, hanya kandangnya saja yang dibikin, sedangkan anggarannya jelas. Katanya Bendahara BUMDes uangnya sudah diambil Pak Desa,” katanya.

Bagi warga, kandang tanpa ayam bukan sekadar proyek mangkrak. Itu harapan tambahan ekonomi keluarga yang hilang.

Janji 30 Hari, Warga Kehilangan Kesabaran
Kekecewaan memuncak setelah rapat dengan BPD. Kepala Desa Moasi La Ono saat itu meminta waktu 30 hari untuk menyelesaikan semua kegiatan 2025.

“Itu hari sudah dirapatkan sama BPD, Kepala Desa minta waktu sampai tanggal 29 bulan 5 kemarin dia mau selesaikan. Tapi ini, sudah masuk bulan 6 belum ada lagi, kita tidak tahu alasannya apa lagi. Makanya hari ini masyarakat memutuskan menyegel Balai Desa,” terang Suwadhi.

Sekarang sudah masuk triwulan kedua 2026. Kegiatan 2025 masih tertunda. “Sekarang ini anggaran tahun 2026 sudah mau berjalan. Sementara masih ada kegiatan tahun 2025 yang belum terealisasi,” ujarnya.

Segel Kayu Jadi Tanda Tanya Warga
Tulisan “Balai Desa Moasi Disegel” di papan kayu itu jadi simbol. Warga menegaskan tak akan membuka segel sebelum ada kejelasan.

“Sampai ada realisasi, kalau belum selesai kegiatan tahun 2025 kemarin. Tidak boleh ada kegiatan DD tahun 2026,” tegas Suwadhi.

Tak hanya ayam petelur. Warga juga menyoroti sumur gali 2024 dan insentif guru PAUD yang disinyalir bermasalah.

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Muna segera turun tangan sebelum keresahan berubah jadi konflik lebih besar.

“Masyarakat sudah resah. Makanya kami minta Pemerintah Kabupaten segera turun tangan, sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar di masyarakat,” pintanya.

Kepala Desa Belum Beri Keterangan
Hingga berita ini ditulis, Kepala Desa Moasi La Ono belum merespons konfirmasi awak media.

Di balik papan kayu yang memalang pintu balai desa, warga Moasi hanya menuntut satu hal: kepastian. Karena untuk mereka, Dana Desa itu bukan angka, tapi ayam yang harusnya bertelur dan air yang harusnya mengalir.(red)

Artikel ini telah dibaca 247 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan di Perempatan Syech Yusuf Kendari, Penumpang Motor Tewas di TKP

20 September 2026 - 15:29 WITA

Polresta Kendari Pastikan Kasus Dugaan Pengancaman di Wawowanggu Segera Gelar Perkara

19 September 2026 - 19:29 WITA

Mobil Bertangki Rakitan Antre BBM di SPBU Silfianda Energy Muna, Polisi: Mereka Cari Makan

19 September 2026 - 07:36 WITA

Bejat! Guru Honorer di Buton Cabuli Siswi Kelas 6 SD Dua Kali di Sekolah

18 September 2026 - 17:33 WITA

Pria di Kendari Ditangkap Usai Diduga Sekap dan Hendak Perkosa Mantan Istri, Harta Korban Dicuri

18 September 2026 - 14:38 WITA

UPP Molawe Peringati Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas

18 September 2026 - 10:13 WITA

Trending di News