Menu ✖

Mode Gelap
BREAKING NEWS: Kajari Konawe Diamankan Kejati Sultra, Diduga Selewengkan Wewenang Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia

Hukrim · 10 Apr 2023 20:48 WITA ·

Universitas Muhamadiyah Makassar Diminta Cabut Skripsi yang Berbau SARA


 Tangkapan layar cover skripsi berjudul “Asumsi Masyarakat Bugis Terhadap Ideologi Suku Tolaki di Kolaka Utara”. Foto: Istimewa Perbesar

Tangkapan layar cover skripsi berjudul “Asumsi Masyarakat Bugis Terhadap Ideologi Suku Tolaki di Kolaka Utara”. Foto: Istimewa

PENAFAKTUAL.COM, KENDARI – Karya Tulis Ilmiah dari salah satu eks mahasiswa di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bernama Jumardi kini sedang menjadi sorotan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasalnya, hasil Skripsi yang berjudul “Asumsi Masyarakat Bugis Terhadap Ideologi Suku Tolaki di Kolaka Utara” itu di anggap berbau SARA karena merendahkan harga diri salah satu suku.

Kader Muda Tolaki, Hermawan Lambotoe mendesak Unismuh untuk segera mencabut skripsi tersebut karena memiliki pandangan negatif serta terkesan merendahkan keberadaan masyarakat suku tolaki di Sultra, khususnya di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

Halaman persetujuan pembimbing

“Dalam skripsi tersebut, peneliti menemukan bahwa masyarakat Bugis berasumsi jika suku Tolaki dulunya adalah budak, penggembala kerbau, miskin, darah kebangsawanan suku Bugis lebih tinggi dari suku Tolaki. Selain itu, orang Bugis tidak mau menikah dengan suku Tolaki karena berasumsi jika menikah dengan suku Tolaki rejekinya kurang baik dan bernasip sial, sehingga sebagian besar orang Bugis membatasi diri dalam bentuk hubungan yang sakral seperti dalam bentuk pernikahan,” ucap Hernawan Lambotoe, Senin, 10 April 2023.

Kata pria yang akrab di sapa Hermawan itu, sebagai karya ilmiah seharusnya tersaring apa lagi menyangkut SARA, karena hal tersebut tentunya sangat melukai hati masyarakat Tolaki.

“Kan sama saja memancing gejolak di tengah masyarakat. Kita sudah hidup berdampingan cukup lama, kok tiba-tiba ada yang muncul Skripsi yang rasis seperti ini,” ujar Hermawan.

Lanjutnya, anehnya skripsi tersebut justru diluluskan. Padahal seharusnya dosen pembimbing membatalkan judul Skripsi tersebut karena sangat berpotensi besar menimbulkan gesekan antar suku.

Halaman pengesahan penguji dan pembimbing

“Aneh juga dosen pembimbing menyetujui judul rasis seperti ini. Sejatinya dosen pembimbing langsung membatalkan, karena menyangkut soal SARA, apalagi ini sudah jadi karya ilmiah. Bayangkan, setiap generasi Tolaki yang membaca ini, maka sudah pasti tidak akan menerima. Artinya, sepanjang skripsi ini dinyatakan tidak dicabut maka boleh jadi ini bom waktu yang disediakan untuk memunculkan konflik antar suku,” terangnya.

Untuk itu dirinya meminta agar karya ilmiah tersebut segera di cabut sertas permohonan maaf secara terbuka oleh pihak Unismuh Makassar.

Secara terpisah, Dosen Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, La Janu, mengatakan jika skripsi tersebut tidak pantas sebab mengandung provokatif.

Kata dia, masing-masing suku punya peradaban tersendiri, punya budaya tersendiri. Lalu bagaimana mungkin suatu peradaban suku lain dibandingkan dengan peradaban lain.

“Dasar saintifik nya apa? Apalagi itu mengandung provokatif. Skripsi tersebut sebaiknya dicabut, sebab itu berbahaya bagi keutuhan antar kelompok suku,” ujar La Janu.

Sebelumnya, beredar file skripsi berjudul Asumsi Masyarakat Bugis Terhadap Ideologi Suku Tolaki di Kolaka Utara. Di cover skripsi tersebut tertulis nama mahasiswa atas nama Jumardi sebagai penulis skripsi. Ia merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadyah Makassar. Skripsi tersebut ditulis tahun 2016.

Editor: Tim Redaksi

Artikel ini telah dibaca 3,162 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pria di Muna Ditikam Orang Tak Dikenal saat Acara Lulo

11 Oktober 2026 - 16:45 WITA

Berulang Kali Tebang Pohon Ilegal di Kawasan Tahura Nipa-Nipa, Dua Warga Soropia Konawe Terancam Pidana

9 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Oknum Satpol PP Sultra Ditangkap, Diduga Aniaya Mahasiswa HMI Saat Demo di Kantor Gubernur

8 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Curi Barang di Rumah Dinas SDN 1 Lambandia Koltim, Dua Pria Ditangkap Polisi 

8 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Pembalakan Liar di Tahura Nipa-Nipa Terbongkar, Dua Warga Soropia Konawe Diamankan

7 Oktober 2026 - 12:54 WITA

65 Koperasi Merah Putih di Kendari Belum Kantongi PBG, Gerai Kasilampe Diduga Langgar GSJ

6 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Trending di Hukrim