KENDARI – Di balik seragam petugas pemasyarakatan yang tegas, ada kegigihan seorang pembelajar yang tak pernah padam. Itulah yang ditunjukkan Herianto, Kepala Lapas Kelas IIB Jailolo, Halmahera Barat.
Jumat, 30 Oktober 2026, menjadi hari bersejarah baginya. Di Aula Lantai I Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, pria yang pernah mengabdi sebagai staf biasa di Lapas Kendari itu resmi berdiri sebagai Doktor Ilmu Manajemen, dengan capaian yang tak main-main: IPK sempurna 4,0, ditempuh hanya dalam 2 tahun 3 bulan.
Gelar itu bukan datang dengan mudah. Ia harus membagi waktu antara memimpin Lapas di seberang pulau, mengabdi pada negara, dan menjadi mahasiswa yang tekun mengejar ilmu. Disertasinya pun lahir dari ruang kerjanya sendiri, dari realita yang ia lihat setiap hari.
Dengan judul “Peran Strategic Leadership dan Ketelibatan Pagawai Dalam Mediasi Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Organizational Innovation Pada Rutan Kelas IIA Kendari,” ia berhasil mempertahankan karya ilmiahnya di hadapan dewan penguji dengan meyakinkan.
Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Arifuddin Mas’ud, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Baginya, capaian ini adalah potret dari akreditasi unggul.
“Saya selaku ketua sidang atas nama Direktur Pascasarja Universitas Halu Oleo mengucapkan selamat kepada saudara Doktor Herianto, A.Md, S.H., M.H., M.Si., yang hari ini telah resmi meraih gelar Doktor,” kata Prof. Arifuddin.
Ia pun mencatat, gelar yang diraih Herianto adalah catatan sejarah tersendiri bagi kampus.
“Gelar Doktor ini yang ke-604 dan Doktor yang ke-386 Ilmu Manajemen dan Doktor yang ke-25 ditempat ini,” ungkapnya.
Namun di balik toga doktor itu, Herianto tetaplah sosok yang rendah hati. Tidak ada selebrasi berlebihan, hanya syukur yang dalam kepada mereka yang menopangnya selama ini.
“Tentu saya sangat bersyukur dan menyampaikan terimakasih kepada semua pihak. Khususnya Tim Penguji, keluarga dan teman-teman yang selalu mensuport. Semoga ilmu yang kami peroleh bisa bermanfaat bagi organisasi dan juga keluarga,” kata Herianto kepada awak media usai menjalani sidang promosi Doktor.
Jika ditarik ke belakang, perjalanannya adalah definisi dari proses yang panjang. Semuanya dimulai dari bawah, dari D3 Ilmu Pemasyarakatan tahun 1999. Ia tidak berhenti. S1 Ilmu Hukum di Universitas Sulawesi Tenggara tahun 2002 ia selesaikan, lanjut S2 Kebijakan Publik di Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2007, hingga akhirnya puncak itu ia gapai, S3 Manajemen SDM di UHO pada 2026.
Karirnya pun serupa, menapaki anak tangga satu per satu. Dari staf Lapas Kelas IIB Kendari, Kasubsi Registrasi Rutan Kelas IIA Kendari, Kasi Binadik Lapas Kendari, Karutan Kelas IIB Unaaha, Karutan Kelas IIA Kendari, hingga kini dipercaya memimpin Lapas Kelas IIB Jailolo.
Kisah Herianto menjadi pesan bagi banyak orang: jabatan bisa mengejar usia, tapi ilmu harus dikejar dengan kesadaran. Bahwa dari balik jeruji Lapas, seorang pemimpin pun masih bisa menembus batas tertinggi akademik.(red)


















