JAKARTA – Suasana kekeluargaan terasa kental saat Dr. Andi Abbas, SH, MH, M.Si bertemu Kepala Staf Kepresidenan Prof. Jenderal TNI Purn. Dudung Abdurachman di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026. Selama dua jam, keduanya berbincang santai tentang isu kebangsaan hingga pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Bagi Andi Abbas, pertemuan itu lebih dari sekadar agenda formal. Ia mengaku bersyukur bisa berdiskusi langsung dengan Dudung yang ia nilai sebagai tokoh nasional berkarakter kuat dan terbuka.
“Saya merasa sangat terhormat mendapat kesempatan bisa bersilaturahmi dengan beliau. Pak Dudung selama ini dikenal sebagai sosok perekat dan pemersatu bangsa,” ujar Andi Abbas.
Obrolan Santai, Pandangan Visioner
Dalam perbincangan itu, Andi Abbas menilai Dudung sangat tepat mengemban amanah sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Cara berpikirnya luas dan gaya komunikasinya cair dengan berbagai elemen masyarakat.
“Beliau itu smart, egaliter, dan komunikatif. Cara berpikirnya visioner serta sangat terbuka untuk kepentingan bangsa,” katanya.
Dudung menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan Kantor Staf Kepresidenan terbuka menerima aspirasi rakyat sebagai jembatan komunikasi ke Presiden.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga komunikasi tetap baik. Kami di KSP siap mendengar dan menyalurkan aspirasi masyarakat kepada Presiden,” ujar Dudung.
Dudung resmi menjabat Kepala Staf Kepresidenan sejak 27 April 2026. Sebelumnya ia pernah menjadi Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-33.
Dari Buku hingga Madrasah Gratis
Di balik sosok akademisi, Andi Abbas juga dikenal aktif di jalur sosial dan literasi. Mantan pejabat Syahbandar Bungku Morowali, Sulawesi Tengah itu sudah menulis sejumlah buku. Salah satunya Membangun Generasi Emas Dari Meja Makan Keluarga yang mengulas pentingnya program makan bergizi gratis bagi siswa.
Kini ia tengah menyiapkan buku terbaru berjudul Mewujudkan Visi Indonesia Emas melalui Kekuatan Maritim yang membahas potensi kemaritiman sebagai penopang kemajuan bangsa.
Tak hanya lewat tulisan, Andi Abbas juga turun langsung ke masyarakat. Ia membangun madrasah gratis yang kini menampung ratusan siswa, menyediakan rumah singgah gratis bagi warga kurang mampu yang berobat atau punya urusan ke kota, serta mendirikan masjid di jalur strategis Bone–Makassar dan Kolaka agar masyarakat mudah beribadah.
Silaturahmi dua jam itu pun menutup dengan semangat yang sama: bagaimana gagasan dan aksi nyata bisa saling menguatkan demi Indonesia Emas.(red)

















