Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Nasional · 27 Jun 2026 12:04 WITA ·

Guru Besar UI: Survei Kepercayaan Publik Jadi Bahan Evaluasi Kinerja Institusi Negara


 Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala. Foto: Istimewa Perbesar

Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala. Foto: Istimewa

JAKARTA – Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menilai hasil survei Litbang Kompas mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara patut diapresiasi sebagai salah satu instrumen untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja lembaga, termasuk institusi kepolisian.

Menurut Adrianus, survei opini publik merupakan gambaran persepsi masyarakat pada periode tertentu sehingga hasilnya perlu dijadikan bahan evaluasi sekaligus masukan bagi setiap institusi untuk terus melakukan pembenahan.

“Survei seperti ini penting sebagai cerminan persepsi publik pada suatu waktu tertentu. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, dan mendorong perbaikan kinerja institusi,” ujarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia menjelaskan, dinamika tingkat kepercayaan masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pengalaman langsung masyarakat terhadap pelayanan yang diterima, pemberitaan di media massa dan media sosial, hingga keberhasilan institusi dalam menangani berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

Adrianus menekankan pentingnya konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Menurutnya, upaya tersebut akan memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.

“Pelayanan yang responsif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan menjadi kunci dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar hasil survei tidak dipandang semata-mata sebagai indikator keberhasilan ataupun kegagalan suatu institusi, melainkan sebagai umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat komunikasi publik.

Dengan demikian, hasil survei Litbang Kompas diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja institusi, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pelayanan publik dapat terus terjaga dan meningkat. (red)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ketum JMSI: Jurnalisme Beperan Memitigasi Persoalan Kemanusiaan

11 Juli 2026 - 10:20 WITA

Pinjol Ilegal Ancam Ekonomi Kerakyatan, DPR Dorong Edukasi ke Masyarakat

10 Juli 2026 - 17:33 WITA

FKDSI Siap Gelar Pelantikan DPP dan Rakernas, Perkuat Peran Dosen untuk Indonesia Emas 2045

4 Juli 2026 - 21:22 WITA

Hari Bhayangkara ke-80, Nazaruddin Degam: Kepercayaan Publik terhadap Polri Terus Meningkat

29 Juni 2026 - 16:52 WITA

Silaturahmi Hangat Andi Abbas-KSP Dudung, Bahas Sinergi Pemerintah dan Rakyat

30 Mei 2026 - 12:34 WITA

Ideologi Pembangunan Prabowo Jawaban untuk Kegelisahan di “Paradoks Indonesia”

12 Mei 2026 - 17:36 WITA

Trending di Nasional