BUTON UTARA – Malam takbiran di Kelurahan Sara’ea, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, menjadi spektakuler dengan pemasangan 800 lampu minyak tanah atau obor di sepanjang Jalan Masjid At-Taufik menuju Benteng Keraton Kulisusu.
Kegiatan ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat Mili dan dibantu oleh warga setempat, menciptakan suasana yang hangat dan meriah.
“Gotong royong adalah kunci suksesnya acara ini. Kami bersama warga lainnya bekerja secara gotong royong untuk menyelesaikan ratusan lampu tersebut,” ujar Mili, tokoh masyarakat Kelurahan Sara’ea.

Pendanaan kegiatan dilakukan secara swadaya, dengan biaya pembelian minyak tanah diperoleh dari sumbangan masyarakat yang melintas di lokasi, serta dukungan dari warga yang turut membantu baik secara materi maupun tenaga.
Pada sore hingga malam takbiran, lampu-lampu mulai dipasang secara berjejer di sepanjang jalan, lalu dinyalakan secara bertahap menjelang pelaksanaan takbiran.
Cahaya lampu minyak yang menyala menciptakan suasana hangat, indah, dan menambah semarak gema takbir di lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, malam takbiran ini menjadi simbol kuatnya kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong masyarakat dalam melestarikan tradisi menyambut Hari Raya Idul Fitri”, tambah Mili.
Dengan demikian, Malam Takbiran di Buton Utara menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat bersatu dan bekerja sama untuk menciptakan suasana yang meriah dan berkesan.(red)















