KONAWE SELATAN – Weni Widya Astuti resmi terpilih sebagai Kepala Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan setelah meraih 628 suara pada Pilkades serentak di Konsel yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Weni Widya Astuti mengungguli pesaingnya Rinto Harahap, S.Pi yang memperoleh 462 suara.
Kemenangan dengan selisih 166 suara tersebut mengantarkan Weni memimpin Desa Lamomea 8 tahun ke depan, sekaligus menjadi bukti terbukanya ruang kepemimpinan perempuan di tingkat desa.
Usai dinyatakan menang, Weni menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim pemenangan dan masyarakat Lamomea yang telah memberikan kepercayaan penuh kepadanya.
“Terima kasih kepada seluruh tim pemenangan dan masyarakat Desa Lamomea atas dukungan serta kepercayaan yang telah diberikan. Amanah ini akan menjadi tanggung jawab besar bagi saya,” ujar Weni.
Ia menegaskan kepercayaan tersebut bukan sekadar kemenangan, melainkan amanah yang harus dibuktikan dengan kerja nyata.
“Amanah ini akan menjadi tanggung jawab besar bagi saya untuk bersama-sama membangun desa agar lebih maju dan sejahtera,” tegasnya.
Memasuki masa kepemimpinan, Weni menyebut pemerataan pembangunan sebagai fokus utama. Ia ingin pembangunan dirasakan adil hingga ke tingkat dusun dan RT tanpa ada wilayah yang tertinggal.
Menurutnya, pembangunan harus disusun berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas warga agar tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain infrastruktur, Weni telah menyiapkan tiga program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan dasar, yakni bantuan bedah rumah tidak layak huni, penyediaan akses air bersih, dan pengembangan irigasi pertanian.
Ia berharap program tersebut dapat menjawab kebutuhan riil warga. Bedah rumah untuk hunian layak, air bersih untuk kesehatan, dan irigasi untuk mendongkrak produktivitas petani.
“Program-program ini akan kita realisasikan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran desa, dengan perencanaan yang matang,” ungkap Weni.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Weni mengajak seluruh masyarakat kembali bersatu pasca Pilkades. Ia menilai perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi.
“Perbedaan pilihan itu wajar, tapi sekarang saatnya kita bersatu kembali untuk mendukung pembangunan Desa Lamomea,” ajaknya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dengan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, kelompok perempuan, dan perangkat desa terus terjaga untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan pelayanan publik yang lebih baik.(red)

















