JOMBANG – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti kondisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Ia menilai organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut mengalami keterpurukan karena dipimpin oleh alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri acara bedah buku “Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan” di Jombang, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ajak Kader Jujur Evaluasi Kondisi Internal NU
Dalam forum tersebut, Ketua Umum PKB itu mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan warga NU untuk melihat kondisi internal organisasi secara jujur dan terbuka.
Menurutnya, upaya “menyelamatkan NU dari keterpurukan lima tahun terakhir” menjadi isu utama yang jarang disuarakan dalam beberapa waktu belakangan.
“Tema terbesar hari ini adalah menyelamatkan NU dari keterpurukan 5 tahun terakhir ini. Ini yang juga tidak banyak muncul minggu-minggu ini ya,” ucapnya seperti dikutip dari ruangbicara.co.id, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Nilai Kepemimpinan Alumni HMI Jadi Penyebab
Cak Imin kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan latar belakang kepemimpinan di NU.
“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI kira-kira gitulah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pemberitaan beberapa bulan terakhir yang menggambarkan kondisi NU sedang tidak baik-baik saja.
“Bulan-bulan lalu masih banyak berita NU harus kita akui jujur terpuruk. Kejujuran itu sebagai bagian dari konsekuensi untuk kita melakukan apa di dalam menolong keterpurukan itu,” jelasnya.
Ketua Umum PKB ini menekankan bahwa kader PMII harus berani berbicara apa adanya. “Ini kalau orang PMII saja tidak jujur ngomong itu, siapa yang akan jujur?” katanya.
Sindir Konflik dan Rebutan Kepentingan di Tubuh NU
Tak hanya itu, Cak Imin juga menyinggung adanya konflik internal di tubuh NU yang berlangsung secara terbuka dan bersifat transaksional.
“Perih lima tahun terakhir ini. Saya sebagai kader PMII, sebagai kader NU, melihat cakar-cakaran, rebutan uang di publik,” tegasnya.
Pernyataan Cak Imin ini sontak viral di berbagai Platform media sosial dan menjadi perbincangan publik tinggal menuai beragam tanggapan dari warganet serta internal NU.(red)

















