KENDARI – Sebanyak 122 mahasiswa Program Studi (Prodi) Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menampilkan karya inovasi pendidikan dalam Gelar Karya Projek Kepemimpinan di pelataran Gedung PPG FKIP UHO, Senin, 2 November 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Aksi Nyata, Inovasi, dan Kolaborasi Calon Guru sebagai Agen Transformasi Pendidikan” ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan kepemimpinan mahasiswa dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.
Gelar Karya secara resmi dibuka oleh Dekan FKIP UHO Dr. Damhuri, S.P., M.P. bersama Ketua Program Studi PPG Dr. Muhamad Abas, S.Pd.,M.Si. Pembukaan tersebut menandai puncak implementasi pembelajaran projek kepemimpinan yang telah dijalankan mahasiswa selama proses PPG.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UHO Dr. Damhuri menegaskan bahwa guru masa depan tidak cukup hanya menguasai metode mengajar, tetapi harus memiliki jiwa kepemimpinan.
“Saya sampaikan kepada mahasiswa, jadilah guru yang tidak hanya mengajar, tetapi memimpin perubahan. Projek ini adalah bukti bahwa ide-ide kecil kalau dikerjakan dengan kolaborasi bisa menjadi aksi nyata yang berdampak,” tegas Dr. Damhuri.
Menurutnya, Gelar Karya menjadi laboratorium nyata untuk melatih kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah yang tidak didapatkan hanya dari ruang kelas.
Sementara itu, Ketua Prodi PPG FKIP UHO Dr. Muhamad Abas menjelaskan, Gelar Karya merupakan bagian wajib dari kurikulum PPG Calon Guru untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan dan sosial-emosional.
“Kami ingin calon guru memahami bahwa mereka adalah agen transformasi. Melalui gelar karya ini mereka belajar merancang projek, mengeksekusinya, dan mempertanggungjawabkannya di depan publik. Itu esensi kepemimpinan guru,” ujar Dr. Abas.
Ia menambahkan, sebanyak 122 mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kolaboratif dan menampilkan hasilnya dalam bentuk stan-stan pameran edukatif.
Pantauan di lokasi, suasana pelataran Gedung PPG FKIP UHO tampak meriah dan penuh antusiasme. Setiap stan menampilkan inovasi berbeda, mulai dari media pembelajaran kreatif, model pembelajaran inovatif, hingga program pemberdayaan masyarakat sekolah.
Para pengunjung yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan tamu undangan tampak aktif berdiskusi, memberikan masukan, serta mengapresiasi karya yang dipamerkan. Suasana partisipatif dan inspiratif sangat terasa sepanjang kegiatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengomunikasikan hasil projek, mempresentasikan gagasan inovatif, serta membangun jejaring kolaborasi lintas kelompok.
Pihak fakultas berharap pengalaman mengorganisasi kegiatan secara nyata ini menjadi bekal penting bagi para calon guru untuk menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.
Kegiatan ini menegaskan komitmen FKIP UHO untuk mencetak guru profesional yang tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga adaptif, inovatif, reflektif, dan mampu menjadi penggerak transformasi pendidikan Indonesia.(red)


















