Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Daerah · 12 Apr 2026 13:28 WITA ·

Pemkot Kendari Dibawah Sorotan, Limbah Lindi TPA Puwatu Belum Teratasi


 Limbah cair berwarna hitam pekat dan bauh nampak mengalir dan mencemari Kali Wuawua. Foto: Istimewa Perbesar

Limbah cair berwarna hitam pekat dan bauh nampak mengalir dan mencemari Kali Wuawua. Foto: Istimewa

KENDARI – Pencemaran lingkungan akibat limbah lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puwatu kembali menjadi sorotan.

‎Selama belasan tahun, cairan hitam pekat hasil pembusukan sampah itu diduga mengalir bebas dan mencemari Kali Wuawua, tanpa penanganan serius dari pemerintah.

‎Anehnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari cenderung membiarkan pencemaran lingkungan tersebut.

‎Pasalnya, hingga saat ini, belum ada juga langkah kongkret dari Pemkot Kendari untuk menghentikan pencemaran lingkungan tersebut.

‎Pada 2023 lalu, tim redaksi kendarikita.com mempublish pemberitaan terkait pencemaran limbah lindi TPA Puwatu.

‎Teranyar, tim redaksi media kembali turun langsung meninjau instalasi sumur atau kolam lindi TPA Puwatu, Jumat 3 April 2026.

‎Hasilnya, kondisi instalasi sumur lindi tersebut tak ada perubahan, limbah cair berwarna hitam pekat dan bauh nampak mengalir ke Kali Wuawua.

‎Warga di sekitar aliran Kali Wuawua mengeluhkan kondisi air yang berubah warna, berbau menyengat. Apalagi, wilayah tersebut merupakan kawasan langganan banjir.

‎“Airnya sekarang hitam dan baunya sangat menyengat. Sudah lama begini, tapi tidak pernah ada solusi nyata,” ujar salah seorang pemuda RW 06 Wuawua, Safrizal, Selasa 7 April 2026.

‎Menurutnya, limbah lindi tersebut terindikasi mengandung zat berbahaya hasil dekomposisi sampah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah dan air, serta membahayakan kesehatan manusia. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

‎“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi juga soal komitmen pemerintah dalam melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Kendari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembiaran tersebut.

‎Masyarakat pun berharap ada langkah cepat dan konkret agar pencemaran Kali Wuawua tidak terus berlanjut dan menimbulkan dampak yang lebih besar.(red)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Empat Kandidat Berebut Kursi Sekda Bombana

12 April 2026 - 13:40 WITA

Kota Kendari Berpotensi Dinyatakan Kotor, DLHK Beralibi Kurangnya Kesadaran Masyarakat

12 April 2026 - 13:10 WITA

PT TAS Mangkir Sidang Mediasi III, KSBSI Tuding Pemerintah Lemah

12 April 2026 - 11:31 WITA

KSBSI Desak Copot Sekda Kota Kendari, Buntut Dugaan Union Busting

12 April 2026 - 11:08 WITA

JMSI Sultra Bakal Gelar Talk Show Ekonomi, Libatkan Pemangku Kepentingan

12 April 2026 - 10:37 WITA

PT WIN Bangun Sumur Bor untuk Warga Torobulu, Permudah Akses Air Bersih

11 April 2026 - 18:29 WITA

Trending di Daerah