KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menurunkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meninjau lokasi tambang milik PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Rabu, 14 Mei 2026. Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat terkait aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan itu, tim DLH melakukan pengecekan langsung terhadap eks bukaan lahan serta berdialog dengan warga dan pemilik lahan yang terdampak. Kegiatan tersebut turut disaksikan masyarakat setempat.
Pada audiensi tersebut, pemilik lahan mengungkapkan bahwa aktivitas yang dilakukan PT WIN merupakan permintaan langsung dari warga. Sebelum dilakukan penanganan, kawasan itu berupa perbukitan yang kerap menyebabkan aliran lumpur masuk ke permukiman saat musim hujan.
“Sebelumnya perusahaan tidak mau, kami yang minta untuk dikerjakan karena saat musim huan air dari bukit langsung masuk ke rumah,” ujar salah satu pemilik lahan, Kaisar.
Saat dimintai tanggapan oleh pihak DLH terkait aktivitas perusahaan, Kaisar menegaskan dirinya tidak keberatan dengan kegiatan yang dilakukan PT WIN.
“Kami tidak keberatan, Pak,” katanya.
Sementara itu, Legal PT WIN, Alvian Pradana Liambo, membenarkan bahwa penanganan lokasi tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat pemilik lahan.
“Memang benar warga yang meminta. Awalnya kami tidak mau, tetapi karena pemilik lahan meminta agar bukitnya ditangani dan dibuatkan tanggul di sekitar lokasi, akhirnya kami lakukan,” jelas Alvian.
Ia menegaskan, perusahaan tetap menjalankan aktivitas pertambangan dengan mengedepankan prinsip good mining practice serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
Menurutnya, PT WIN juga melibatkan masyarakat setempat dalam operasional perusahaan dan rutin menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Program CSR selalu rutin kami lakukan kepada masyarakat,” pungkasnya. (red)

















