Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

News · 10 Mei 2026 11:34 WITA ·

Pedagang dan Pembeli Resah, OTK Diduga Teror Lapak Eks MTQ Kendari


 Ilustrasi OTK teror pedagang di eks MTQ Kota Kendari. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi OTK teror pedagang di eks MTQ Kota Kendari. Foto: Istimewa

KENDARI – Di antara deru transaksi dan tawa pembeli, terselip resah di kawasan Eks MTQ Kendari. Lapak-lapak yang menjadi nadi rezeki rakyat kecil itu kini dihantui langkah orang tak dikenal (OTK). Bukan belanja, yang mereka bawa justru gertak dan rasa takut.

Keluh itu pecah dari bibir Bur, salah satu pemilik lapak, Minggu, 10 Mei 2026. Baginya, tindakan intimidatif itu menikam dua arah: melukai pedagang, mengusir pembeli.

“Ini bukan hanya membuat tidak nyaman pedagang, tapi pembeli juga tidak nyaman,” kata Bur, suaranya getir menahan geram.

Jaman Berubah, Cara Lama Harus Mati

Di era ketika hukum dijunjung dan ekonomi kecil dirawat, Bur menilai cara-cara menakut-nakuti adalah sisa masa lalu yang harus dikubur.

“Sudah bukan jamannya sekarang mau takut-takuti orang,” ujarnya tegas. Lapak bukan arena adu kuasa, melainkan tempat bertemunya keringat dan halal.

“Bukan begitu cara cari rezeki,” katanya, menohok mereka yang memilih jalan tekanan ketimbang jalan hukum.

Seruan ke Negara: Hadir dan Tertibkan 

Bur meminta negara hadir. Pemerintah dan aparat keamanan didesak turun tangan, mengembalikan marwah di Lapak eks MTQ sebagai ruang yang aman dan kondusif. Sebab semua sengketa punya jalannya: hukum, bukan gertak.

“Ini negara hukum, tidak ada lagi istilah japre mengatasnamakan apapun,” tegasnya.

Tak boleh ada kelompok yang merasa di atas hukum, menindas yang lemah atas nama apa pun.

Di bawah tenda lapak Eks MTQ, para pedagang kini menggantung harap. Mereka hanya ingin satu kepastian: berdagang tanpa takut, melayani tanpa waswas, agar roda rezeki terus berputar normal kembali.(red)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tragis! Seorang Anak Ditemukan Tenggelam di Perairan Teluk Kendari

10 Mei 2026 - 12:24 WITA

Sinergi KUPP Molawe dan Gakkum BKSDA Sultra Jaga Kawasan Konservasi

9 Mei 2026 - 10:55 WITA

Innalillahi, Ketua DPRD Buton Tengah Meninggal Dunia di RS Jakarta

6 Mei 2026 - 18:18 WITA

Basiran Kirim Surat Terbuka ke Presiden: Kembalikan Pabrik Aspal ke Buton, Bukan Karawang!

3 Mei 2026 - 21:44 WITA

BEM UHO Desak Disnaker Sultra Usut Dugaan Pelanggaran Hak 377 Karyawan PT Hillconjaya Sakti

2 Mei 2026 - 21:46 WITA

LBH HAMI Sultra Dampingi Korban Dugaan Penganiayaan Oknum TNI, Proses Berlanjut di Oditur Militer

30 April 2026 - 13:54 WITA

Trending di News