Menu

Mode Gelap
Tiga Napi Korupsi di Sultra Dapat Asimilasi dari Pihak Ketiga, Salah Satunya Keponakan Gubernur Dari Kebun ke Gerbang Masa Depan: Menghadapi Cemohan dan Mencapai Impian Ridwan Bae: PT SCM dan Perkebunan Sawit Penyebab Banjir di Jalur Trans Sulawesi Korban Tenggelam di Pantai Nambo Ditemukan Meninggal Dunia Pembentukan Kaswara: Langkah Awal Kolaborasi Alumni SMP Waara

Hukrim · 5 Apr 2026 17:16 WITA ·

P3D Konut Soroti Aktivitas PT KKU, Diduga Lakukan Pengapalan Nikel Tanpa RKAB 2026


 Tampak sebuah kapal tongkang sedang sandar di Jetty. Foto: Istimewa. Perbesar

Tampak sebuah kapal tongkang sedang sandar di Jetty. Foto: Istimewa.

KONAWE UTARA – Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konawe Utara (Konut) menyoroti aktivitas pertambangan PT Karyatama Konawe Utara (PT KKU) yang diduga tetap melakukan pengapalan ore nikel meski belum mengantongi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.

Koordinator P3D Konut, Jefri, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya aktivitas pengisian ore nikel ke sejumlah tongkang di area jetty perusahaan.

“Ada dua tongkang yang saat ini sandar dan sedang melakukan pemuatan ore nikel, yakni Entrada 3301 dan Megan,” ujar Jefri, Minggu, 5 April 2026.

Ia menduga aktivitas tersebut tidak memiliki dasar perizinan yang sah, merujuk pada Surat Edaran Kementerian ESDM RI Nomor: 2.E/HK.03/Djb/2025 tentang Pelaksanaan RKAB Tahun 2026.

Menurut Jefri, dalam surat edaran disebutkan bahwa perusahaan tambang tidak diperkenankan melakukan aktivitas produksi maupun penjualan apabila belum mengantongi persetujuan RKAB untuk tahun berjalan.

“Seharusnya tidak boleh ada lagi kegiatan setelah 31 Maret 2026 jika belum memiliki persetujuan RKAB 2026. Namun PT KKU masih melakukan haulling dan penjualan ore nikel. Ini patut dipertanyakan, menggunakan dokumen siapa,” tegasnya.

P3D Konut pun meminta aparat penegak hukum dan pihak kesyahbandaran untuk menelusuri dugaan tersebut secara serius.

“Aparat harus jeli melihat kondisi ini. Jika benar tidak memiliki RKAB, maka aktivitas tersebut berpotensi menjadi tindak pidana dan merugikan negara,” tambahnya.

Selain persoalan perizinan, Jefri juga menyoroti aspek keselamatan kerja di lingkungan operasional PT KKU. Ia menyebut, telah terjadi beberapa kecelakaan kerja di jalur hauling, termasuk insiden terbaru di kilometer 03 dan kilometer 07 yang melibatkan kontraktor perusahaan.

“Kasus kecelakaan kerja ini sudah berulang, namun belum terlihat adanya penindakan serius. Hal ini tentu mengancam keselamatan para pekerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, P3D Konut juga menyoroti peran PT Indra Bhakti Mustika (PT IBM) sebagai pemilik wilayah jalur hauling. Perusahaan tersebut dinilai belum menerapkan sistem keselamatan kerja secara optimal.

Jefri menduga, jika benar PT KKU belum memiliki RKAB 2026, maka pihak yang memfasilitasi aktivitas hauling turut berpotensi terlibat dalam pelanggaran.

“Maka dengan sendirinya PT IBM ikut memfasilitasi adanya tindak pidana mengeluarkan ore nikel tanpa izin. Sanksi dan dendanya jelas tertulis dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020,” pungkasnya. (red)

Artikel ini telah dibaca 186 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Polresta Kendari Tangkap Pelaku Dugaan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

11 Juli 2026 - 08:32 WITA

Tim Buser77 Polresta Kendari Ringkus DPO Kasus Pemerkosaan Disabilitas

11 Juli 2026 - 08:15 WITA

Empat Pelajar Laki-laki Diduga Jadi Korban Pencabulan, Pelatih Renang di Kendari Ditetapkan Tersangka

10 Juli 2026 - 13:41 WITA

Koalisi Aktivis di Sultra Desak Copot Kapolres Kolaka Utara Buntut Kaburnya 11 Tahanan

10 Juli 2026 - 08:02 WITA

Aksi di Polda Sultra, Mahasiswa Soroti Kaburnya 11 Tahanan Polres Kolaka Utara

10 Juli 2026 - 07:08 WITA

Kabur Usai Tikam Pelaut, Pria di Kendari Ditangkap Polisi Bersama Sabu dan Belasan Senjata

9 Juli 2026 - 19:08 WITA

Trending di Hukrim